RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setiap muslim akan berusaha mengerjakan amal kebaikan sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk kehidupan akhiratnya. Namun, berbagai amalan kebaikan itu akan terputus ketika ia sudah meninggal dunia.
Setelah meninggal dunia, seluruh hal yang bersifat keduniawian seperti harta kekayaan, pangkat, jabatan, sahabat, dan keluarga dan akan ditinggalkan.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih-nya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Mayit itu diikuti oleh tiga golongan. Akan kembali dua golongan dan satu tetap menemaninya. Dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang, sementara amalnya akan tetap menaminya.”
Orang-orang yang beriman dan yang beramal shalih adalah orang yang paling beruntung. Mereka akan mendapatkan anugerah berupa pahala yang tidak putus-putus (abadi) meskipun telah meninggal dunia.
Ada beberapa bentuk amalan yang pahalanya tidak terputus dan akan terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga (perkara), yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh.” (HR. Muslim)
Imam Al-Ghazali menuturkan bahwa, “Dunia adalah ladang akhirat. Maka setiap yang diciptakan Allah di dunia, bisa untuk dijadikan bekal menuju akhirat.” Inilah pandangan yang benar terhadap dunia yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Bahwa dunia adalah tempat untuk memperbanyak amal sebagai persiapan menuju negri akhirat yang kekal, yaitu akhirat. (*)










