RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di balik wajah kantor Kecamatan Bekasi Selatan yang tampak hijau, rapi, dan tertata, tersimpan ironi. Musala Al Hidayah yang setiap hari digunakan aparatur sipil negara dan warga justru dalam kondisi memprihatinkan, mulai dari toilet hingga tempat wudhu rusak dan tak lagi layak pakai.
Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui fasilitas mushola memang sudah tidak lagi memenuhi standar kelayakan.
“Kalau dilihat memang ada beberapa fasilitas penunjang yang sudah tidak layak,” kata Karya, Selasa (13/1).
Menurutnya, perbaikan musala sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembangunan kecamatan dan akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun anggaran 2027.
“Kita akan ajukan pembangunannya untuk 2027. Sekarang ini baru tahap pengajuan,” ujarnya.
Meski demikian, Karya berharap perbaikan bisa dipercepat agar tidak harus menunggu terlalu lama. Ia pun meminta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi untuk merespons kondisi tersebut.
“Kalau bisa tahun ini tentu lebih baik. Supaya aparatur dan masyarakat yang datang ke kantor kecamatan bisa beribadah dengan lebih nyaman dan tenang,” tandasnya.(pay)











