RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi mengaktifkan kembali atau melakukan reaktivasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambun Utara sebagai upaya meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan air bersih kepada pelanggan.
“Ini komitmen kami mewujudkan salahsatu visi misi perusahaan yakni memberikan nilai bagi masyarakat dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi Hasan.
Ia menjelaskan, IPA Tambun Utara yang berlokasi di Desa Karangsatria memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 liter per detik, dengan kemampuan produksi air bersih sekitar 24 liter per detik. Instalasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Tambun Utara.
“Kami reaktivasi kembali karena sebelumnya sudah tidak berfungsi sejak mati selama lima bulan terakhir. Saya sudah instruksikan jajaran untuk mengatasi persoalan ini demi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Pembantu Perumda Tirta Bhagasasi Tambun Utara, Nailul Author, mengungkapkan bahwa proses reaktivasi IPA tersebut tidak mudah dan memerlukan tahapan yang cukup panjang.
“Saya datang ke lokasi, mencoba untuk fungsikan kembali. Saya panggil orang produksi, orang laboratorium. Biar diperiksa semua olah ahlinya. Ternyata masih ada bau. Akhirnya saya stop dulu,” katanya.
Nailul menjelaskan, setelah dilakukan berbagai perbaikan dan pengujian, kualitas air yang diproduksi akhirnya memenuhi standar kelayakan distribusi, ditandai dengan kondisi air baku yang kembali jernih, lancar, dan tidak berbau.
“Terbantu juga oleh pekerjaan normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah daerah karena membuat air baku kembali jernih dan lumpur yang sebelumnya mengendap pun terbuang. Hasilnya kami koordinasikan lagi ke pusat sampai akhirnya disetujui untuk aktivasi kembali,” ujarnya.
Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Romli Romliandi, menilai reaktivasi IPA Tambun Utara sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperluas cakupan layanan sesuai rencana bisnis perusahaan.
“Jadi sebagaimana bussiness plan hingga 2029 serta arahan kepala daerah selaku kuasa pemilik modal, cakupan layanan pelanggan berada di 60 persen pada akhir periode itu,” katanya.
Saat ini, cakupan pelayanan air bersih melalui sistem perpipaan di Kabupaten Bekasi baru mencapai sekitar 40 persen atau melayani sekitar 330.000 kepala keluarga.
Perumda Tirta Bhagasasi juga merencanakan pemasangan jaringan pipa baru untuk memperluas layanan hingga wilayah pelosok Kabupaten Bekasi, dengan proyeksi penambahan sekitar 15.000 hingga 16.000 sambungan langganan (SL) setelah jaringan terpasang.
“Tiap tahun ditargetkan pemasangan baru sekitar 16.000 SL, selain pelayanan ke kawasan industri. Sebab, keberadaan sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi adalah peluang besar bagi perusahaan BUMD ini,” katanya.
Romli berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan penyertaan modal guna mempercepat pembangunan jaringan pipa baru yang membutuhkan biaya besar. Selain itu, kerja sama investasi dengan pihak lain juga dapat dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.
“Selain mengharapkan penyertaan modal pemerintah daerah, kerja sama investasi dengan pihak lain dapat dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan. Dengan demikian, cakupan layanan air bersih dapat lebih tersebar,” jelasnya.(and/*)











