Berita Bekasi Nomor Satu

SMPN 4 Cikarang Barat Kebanjiran, 1.032 Siswa Belajar Daring

SEKOLAH BANJIR: Petugas kebersihan mengecek ruang kelas yang banjir di SMPN 4 Cikarang Barat, Senin (19/1). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi turut merendam SMPN 4 Cikarang Barat. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring.

Kepala SMPN 4 Cikarang Barat, Deary Ratnaningsih, mengungkapkan banjir terjadi sejak Minggu (18/1). Hingga saat ini, belum sepenuhnya surut.

“Ketinggian awal dari ujung gerbang kurang lebih 30 cm. Kalau sampai belakang hampir sepaha orang dewasa,” ujar Deary, Senin (19/1).

Berdasarkan hasil inventarisasi, sebanyak 29 ruang kelas tergenang air beserta perabotannya. Selain itu, ruang guru, tata usaha, serta ruang kepala sekolah juga terdampak banjir. Karena seluruh fasilitas sekolah terendam, pihak sekolah memberlakukan pembelajaran daring bagi 1.032 siswa.

Deary menjelaskan, KBM tatap muka baru akan kembali dilakukan setelah kondisi sekolah dinyatakan aman dan banjir benar-benar surut. Pembelajaran daring dipilih demi keselamatan siswa, mengingat masih terdapat sejumlah titik genangan di lingkungan sekolah yang berpotensi membahayakan.

Dalam pelaksanaannya, siswa menerima materi pembelajaran dari guru melalui berbagai aplikasi pembelajaran agar tidak tertinggal mata pelajaran.

“Berdasarkan surat edaran dari dinas, guru yang terdampak banjir menjalani WFH. Sementara siswa tetap belajar dari rumah secara daring menggunakan aplikasi CIMIT, Zoom, Google Sheet, Google Form, maupun WhatsApp,” jelas Deary.

Sementara itu, salahsatu wali murid, Saputra (43), mengatakan, anaknya, Rendi yang duduk di kelas VII, tetap mendapatkan tugas sesuai jadwal pelajaran pada Senin. Ia berharap perbaikan sekolah dapat segera direalisasikan tahun ini, mengingat sekolah tersebut kerap dilanda banjir.

“Anak saya baru kelas 7. Intinya kalau harus masuk sekolah dengan kondisi air banjir yang tinggi satu bahaya juga terus kalau pun sudah surut juga khawatir ada banyak bekas keong gitu pada tajam, yang penting kan gak ketinggalan pelajaran biar daring,” tutur Saputra.

Ia juga berharap adanya perbaikan saluran drainase di permukiman sekitar sekolah. Pasalnya, akses jalan menuju sekolah kerap terendam banjir akibat buruknya sistem drainase.

“Harapannya ada perhatian dari pemerintah daerah atau pun swasta melalui CSR nya untuk membenahi drainase sehingga ke depannya tidak lagi ada banjir separah ini,” tandasnya. (ris)