Berita Bekasi Nomor Satu

BBWSC Belum Pastikan Penanganan Permanen Lima Titik Tanggul Sungai Citarum di Muaragembong Kritis

BANJIR: Foto udara banjir di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Selasa (20/1). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) belum memastikan penanganan permanen terkait lima titik tanggul di sepanjang Sungai Citarum, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, yang berada dalam kondisi kritis.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWSC, Jaya Sampurna, mengakui terdapat lima titik tanggul Sungai Citarum di Muaragembong Kabupaten Bekasi, berada dalam kondisi kritis.

Pihaknya telah mengirimkan satu kontainer berisi sekitar 1.000 unit geobag sebagai penanganan darurat untuk menutup tanggul jebol di Kampung Bendungan. Panjang tanggul yang jebol di lokasi tersebut mencapai 10 meter.

“Tanggul jebol ini nanti akan kita tangani dengan darurat, kita akan pasang geobag diperkuat dengan dolken-dolken, supaya air itu tertutup dahulu. Setelah tertutup, tentu masyarakat juga bisa melakukan aktivitasnya. Itu yang kami harapkan. Ke depannya tentu seperti yang tadi kami jelaskan, ada penanganan permanen,” kata Jaya.

Menurutnya, peningkatan debit air Sungai Citarum saat ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap keberadaan tanggul-tanggul kritis di wilayah Muaragembong.

“Saya rasa hari ini peralatan sudah berjalan. Hari ini tentu ada satu yang bisa tertutup, terutama yang bobol besar ini. Nanti yang lainnya mungkin, paling lama tiga hari. Kita tangani potensi-potensi bobol ini sehingga masyarakat bisa tidur dengan nyaman,” tandasnya. (ris)