RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Black mold adalah jamur berwarna hitam atau kehijauan yang tumbuh di tempat lembap, gelap, dan hangat, seperti dinding basah atau atap yang bocor. Jamur ini tidak hanya mengganggu estetika dan merusak benda, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan.
Black mold, atau Stachybotrys chartarum, dapat hidup di benda atau permukaan yang mengandung selulosa, seperti kertas, kayu, dan dinding rumah.
Ciri-ciri kemunculannya meliputi noda hitam, hijau, abu-abu, atau coklat yang terasa berlendir atau bertepung saat disentuh. Selain itu, black mold biasanya mengeluarkan bau apek atau seperti tanah basah. Paparan melalui sentuhan atau inhalasi spora dapat membahayakan kesehatan.
Penyebab Black Mold
Pertumbuhan black mold seringkali dipicu oleh lingkungan yang lembap dan kurang ventilasi. Berikut beberapa penyebab utamanya:
- Ruangan yang lembap
Jamur ini tumbuh subur di kamar mandi, dapur, atau ruang cuci yang memiliki kelembapan tinggi dan ventilasi udara minim. - Rembesan air
Kebocoran pada pipa, atap, atau dinding dapat membuat area menjadi lembap, sehingga cocok untuk pertumbuhan black mold. - Banjir
Kayu, dinding, karpet, kertas, atau kain yang sempat terendam banjir rentan menjadi tempat jamur berkembang karena lebih mudah menyerap air.
Bahaya Black Mold bagi Kesehatan
Paparan black mold dapat menimbulkan berbagai gangguan, tergantung kondisi kesehatan dan lama terpapar:
- Gangguan pernapasan
Spora yang terhirup bisa mengiritasi saluran pernapasan, menimbulkan bersin, batuk, tenggorokan gatal, dan hidung tersumbat. Penderita rhinitis alergi dan asma lebih rentan. - Iritasi kulit
Paparan udara atau kontak langsung dapat menimbulkan kulit gatal, kering, bersisik, kemerahan, ruam, atau benjolan berisi cairan, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau alergi jamur. - Infeksi paru (Mikosis)
Orang dengan imunitas lemah atau penyakit paru-paru berisiko terkena mikosis, penyakit serius akibat jamur berkembang di paru-paru. Gejalanya meliputi batuk berdarah, demam, nyeri otot, sakit kepala, keringat malam, dan kelelahan. - Gangguan kognitif dan suasana hati
Paparan jangka panjang dipercaya dapat menimbulkan sakit kepala, mudah marah, cemas, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Baca Juga: 5 Cara Cek Keaslian Emas Antam Sebelum Membeli, Apa Saja?
Cara Mengatasi Black Mold
Jika di rumah ditemukan black mold, langkah pertama adalah menghilangkan sumber pertumbuhan:
- Perbaiki kebocoran atap atau pipa.
- Ganti bagian yang terkontaminasi jika perlu.
Beberapa benda yang terjangkit bisa dibersihkan dengan:
- Sikat yang dibasahi air dan sabun atau deterjen.
- Bilas dengan air bersih.
- Keringkan sampai benar-benar kering.
Tips saat membersihkan black mold:
- Bukalah ventilasi ruangan.
- Gunakan masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung.
Penanganan Jika Terpapar Black Mold
Jika paparan menimbulkan gejala:
- Konsumsi obat antihistamin sesuai petunjuk atau saran dokter.
- Bilas hidung menggunakan larutan air garam.
- Gunakan dekongestan jika hidung tersumbat.
- Gunakan dehumidifier untuk menurunkan kelembapan ruangan.
- Oleskan lotion atau obat gatal jika kulit mengalami iritasi, ruam, atau kemerahan.
Baca Juga: Tak Perlu Obat Mahal! Ini 5 Buah Penurun Panas yang Ampuh dan Mudah Didapat
Black mold bukan sekadar jamur mengganggu estetika rumah. Keberadaannya bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan.
Pencegahan seperti menjaga ventilasi, memperbaiki kebocoran, dan mengontrol kelembapan rumah adalah kunci agar jamur ini tidak berkembang di rumah. (ce2)











