Berita Bekasi Nomor Satu

Perempuan Tewas Tertemper Kereta Barang di Bekasi Timur, Ini Kronologinya

TEWAS TERSEREMPET: Petugas mengevakuasi jasad seorang perempuan korban tertemper kereta barang ke dalam ambulans di kawasan Jalan Agus Salim, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (21/1). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang perempuan berinisial VM (25) tewas setelah tertemper kereta api barang saat menyeberang rel di kawasan Jalan Berlian Raya, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (21/1) siang.

Korban meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di bagian kepala. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.10 WIB, saat kondisi di sekitar lokasi relatif sepi.

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban berjalan kaki dan hendak menyeberang rel di lokasi yang tidak dilengkapi perlintasan resmi.

Saksi mata, Rizal (42), warga sekitar, mengatakan sebelum kejadian korban terlihat berada di dekat rel kereta api. Tak lama kemudian, korban berjalan ke arah lintasan.

“Waktu itu kondisi lagi sepi. Korban jalan kaki, mau nyebrang ke seberang. Nggak bawa motor,” ujar Rizal kepada wartawan.

Menurut Rizal, saat korban berada di lintasan rel, melintas sebuah rangkaian kereta api barang jurusan Jakarta menuju Jawa. Korban diduga tidak menyadari kedatangan kereta atau tidak sempat menghindar.

“Kereta barang lewat, korban kesamber. Nggak keseret, tapi terpental,” jelasnya.

Akibat benturan keras, tubuh korban terpental sekitar 10 meter dari titik awal kejadian. Luka paling parah dialami korban di bagian kepala, sementara bagian tubuh lainnya hanya mengalami memar.

“Yang parah di kepala. Badannya cuma memar-memar. Korban meninggal di tempat,” ungkapnya.

Rizal menambahkan, kawasan tersebut memang kerap dijadikan jalur penyeberangan warga meski tidak memiliki fasilitas keselamatan memadai.

“Di sini memang sering orang nyebrang sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Kasie Humas Polsek Rawalumbu, Aiptu Kuwati Asih, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Personel piket KA SPK dan fungsi Polsek Rawalumbu mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, sebelum kejadian korban diketahui berada di sekitar warung kopi yang tidak jauh dari rel kereta api.

Beberapa saat kemudian korban berjalan ke arah rel dan berdiri di pinggir lintasan, tepat saat rangkaian kereta api barang melintas.

“Korban diduga tidak sempat menghindar sehingga tertemper kereta api dan terpental beberapa meter,” jelas Kuwati.

Petugas kepolisian bersama tenaga medis kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSUD Kota Bekasi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan korban, dan pemeriksaan saksi-saksi.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melintasi jalur rel kereta api di lokasi yang tidak memiliki perlintasan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan di sekitar perlintasan rel kereta api guna menghindari kecelakaan serupa,” pungkasnya (rez)