RADARBEKASI.ID, BEKASI – Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kabupaten Bekasi diklaim efektif meredam atau mengurangi intensitas hujan. Oleh karena itu, pemerintah setempat meminta durasi OMC diperpanjang guna meminimalkan potensi banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan OMC dilaksanakan sejak Senin (12/1) lalu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). OMC dijadwalkan akan berakhir pada Sabtu (24/1).
Muchlis berharap OMC dapat diperpanjang guna menekan hujan lebat. Menurutnya, hujan menjadi penyebab banjir di Kabupaten Bekasi.
“Kalau bisa jangan hanya sampai 24, sepanjang memang potensinya masih tinggi,” ujar Muchlis, Selasa (20/1).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir masih melanda 24 desa di 11 kecamatan. Yakni, Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Cabangbungin, Sukakarya, Tambelang, Sukatani, Karangbahagia, Pebayuran dan Cikarang Selatan.
Kondisi banjir ini semakin surut dengan ketinggian 10 cm hingga 60 cm. Sebanyak 16.561 warga terdampak banjir. Sekitar 195 warga terpaksa mengungsi yang tersebar di tiga titik lokasi pengungsian.
OMC, kata Muchlis, cukup efektif mengurangi intensitas hujan. Ia menekankan bahwa OMC masih diperlukan, mengingat potensi hujan di Kabupaten Bekasi diprediksi masih akan terjadi, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kalau kita lihat dari BMKG, kondisinya memang masih hujan. Walaupun mungkin intensitasnya tidak setinggi yang kemarin,” katanya.
Muchlis mengungkapkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Deputi I BNPB terkait OMC. Menurutnya, BNPB akan terus melakukan OMC di Kabupaten Bekasi.
“Saya kemarin komunikasi langsung dengan Pak Deputi 1, untuk bisa dilakukan modifikasi cuaca. Dari BNPB akan terus melakukan modifikasi cuaca terkait dengan curah hujan yang ada di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (ris)











