Berita Bekasi Nomor Satu

Soal Greenland, Trump Bocorkan Pesan Macron ke Medsos

Ilustrasi: Donald Trump kekeuh ingin menguasai Greenland. Foto: Global News.

RADARBEKASI.ID, WASHINGTON – Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai Greenland dari Denmark kembali memicu ketegangan diplomatik dengan Eropa. Kali ini, sorotan tertuju pada langkah Trump yang membocorkan pesan pribadi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke media sosial pribadinya, Truth Social, sebuah tindakan yang dinilai semakin menegaskan sikap sepihak dan arogan Washington.

Pesan singkat Macron yang dikirim secara pribadi itu pertama kali diungkap media Prancis Le Monde pada Selasa (20/1/2026). Isinya menunjukkan upaya Paris meredakan ketegangan, termasuk tawaran menjadi tuan rumah pertemuan G7 sekaligus membuka ruang dialog lebih luas dengan Rusia, Ukraina, hingga Denmark, khususnya terkait polemik Greenland.

Namun, alih-alih dijaga sebagai komunikasi diplomatik tertutup, Trump justru mengunggah pesan tersebut ke ruang publik. Langkah itu menuai kritik karena dianggap melanggar etika hubungan antar kepala negara.

Dalam pesan itu, Macron secara terbuka mempertanyakan langkah Trump terkait Greenland, wilayah Arktik yang secara sah merupakan teritori Denmark dan anggota NATO.

“Temanku, kita sepenuhnya sejalan soal Suriah. Kita bisa melakukan hal besar terkait Iran. Tapi saya tidak memahami apa yang sedang Anda lakukan soal Greenland,” tulis Macron.

Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, memicu kecaman dari Kopenhagen dan sekutu Eropa lainnya. Isu ini bahkan membuat negara-negara Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan, setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif impor terhadap delapan negara Eropa guna menekan Uni Eropa.

BACA JUGA: Kecam Usulan ‘Sesat’ Trump, Pejabat Saudi Sarankan Relokasi Warga Israel ke Alaska dan Greenland

Tawaran G7 hingga Rusia dan Ukraina

Dalam pesan yang sama, Macron mengusulkan pertemuan G7 di Paris usai agenda Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Ia juga membuka kemungkinan menghadirkan sejumlah negara di sela-sela pertemuan tersebut.

“Saya bisa mengatur pertemuan G7 setelah Davos, Kamis sore di Paris. Saya juga bisa mengundang Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia di luar agenda utama,” tulis Macron.

G7 sendiri beranggotakan Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, dengan Uni Eropa turut berpartisipasi. Namun Kremlin memastikan belum menerima undangan apa pun. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan, Rusia tidak diundang dalam rencana pertemuan tersebut.

Hubungan AS–Prancis Makin Memburuk

Hubungan Trump dan Macron tercatat mencapai titik terendah dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin, Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap anggur Prancis, menyusul sikap Paris yang menolak bergabung dalam inisiatif Trump bertajuk ‘board of peace’.

Macron merespons ancaman tersebut dengan tegas. Melalui akun X miliknya, ia menegaskan bahwa tekanan tarif bukanlah pendekatan yang dapat dibenarkan dalam diplomasi internasional.

“Ancaman tarif tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini,” tulis Macron.

Pembocoran pesan pribadi ini menambah daftar panjang friksi antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa, sekaligus menegaskan bahwa ambisi Trump terhadap Greenland telah berkembang menjadi isu geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas hubungan transatlantik. (jpc)