RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan Polder Air Griya Bintara RW 12 di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, sebagai upaya menekan genangan yang kerap mengganggu permukiman warga.
Peresmian polder ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat sistem drainase perkotaan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak curah hujan tinggi. Polder Air Griya Bintara RW 12 dilengkapi alat pompa air yang berfungsi mempercepat aliran dan pembuangan air ke saluran utama, sehingga potensi genangan di kawasan permukiman warga dapat diminimalkan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan polder merupakan langkah preventif yang terus dilakukan Pemerintah Kota Bekasi untuk menangani persoalan banjir secara berkelanjutan.
“Polder air ini merupakan bagian dari upaya preventif Pemerintah Kota Bekasi dalam mengantisipasi dan mengendalikan banjir. Dengan adanya kolam retensi yang dilengkapi pompa air, aliran air dapat dipercepat saat curah hujan tinggi, sehingga genangan di lingkungan warga dapat ditekan,” ujar Tri Adhianto.
Ia menambahkan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kelancaran saluran air.
“Infrastruktur sudah kita siapkan, namun peran serta masyarakat juga sangat penting. Menjaga saluran air agar tidak tersumbat merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko banjir,” tambahnya.
Sementara, Plt Camat Bekasi Barat, Dewi Astiyanti, menyatakan keberadaan polder diharapkan mampu melindungi wilayah Kelurahan Bintara dari ancaman banjir yang selama ini berulang.
“Polder Air Griya Bintara RW 12 dilengkapi pompa air untuk mempercepat aliran dan pembuangan air ke saluran utama, sehingga potensi genangan di lingkungan permukiman bisa diminimalisir,” ujar Dewi, Rabu (21/1).
Menurutnya, polder air ini berfungsi sebagai kolam retensi yang bekerja optimal saat curah hujan tinggi, dengan mempercepat aliran air agar tidak menggenangi kawasan warga.
“Harapannya, genangan yang selama ini terjadi bisa teratasi dengan beroperasinya polder baru ini,” ucapnya.
Dewi menambahkan, penanganan banjir tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap lancar.
“Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci agar upaya pengendalian banjir berjalan efektif,” pungkasnya. (pay)











