RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tiga pasar tradisional masuk skala prioritas penataan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam lima tahun ke depan. Kepastian ini disampaikan Dinas Perdagangan saat menggelar rapat bersama Komisi II DPRD.
Tiga pasar tersebut adalah Pasar Baru Cikarang, Pasar Kedung Gede, dan Pasar Sukatani, termasuk penataan pertokoan di wilayah Cikarang.
“Prioritas penataan pasar dalam lima tahun sudah disebutkan, Pasar Baru Cikarang, Kedung Gede, Sukatani, dan Cikarang pertokoannya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, kepada Radar Bekasi, Rabu (21/1).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, prioritas utama adalah Pasar Baru Cikarang. Proses identifikasi telah dilakukan, menunjukkan sekitar 76 persen bangunan mengalami kerusakan ringan, sementara sisanya rusak berat. Berdasarkan hasil tersebut, Dinas Cipta Karya sudah menyiapkan kajian dan pertimbangan pembiayaan melalui APBD maupun APBN.
“Program Detail Engineering Design (DED)-nya di Cipta Karya di 2026 ini, diharapkan fisiknya di 2027. Kita rencanakan begitu waktu rapat di Komisi II,” ucapnya.
Jika pembangunan Pasar Baru Cikarang berhasil menarik dana APBN, pihaknya akan mengagendakan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Sedangkan Pasar Kedung Gede dan Pasar Sukatani rencananya baru akan memasuki tahap DED pada 2027.
Ani menambahkan, untuk Pasar Kedung Gede yang belum lama ini mengalami kebakaran, sudah disiapkan lokasi penampungan sementara pada 2026. Pembangunan fisik pasar tersebut kemungkinan dilakukan setelah pengerjaan Pasar Baru Cikarang rampung, mengingat keterbatasan anggaran.
“Selain Pasar Baru Cikarang, DED-nya itu baru di 2027 karena anggaran kita terbatas. Jadi harus ngantri, waiting list. Tapi untuk Pasar Baru Cikarang sendiri kita harapkan di 2027 sudah dibangun, karena DED-nya di 2026. Sekarang yang baru kelihatan penataan kaya di Babelan, kemudian Cibitung dikerjasamakan,” katanya.
Sementara untuk pasar tradisional lainnya yang tersebar di Kabupaten Bekasi, dirinya sudah mendorong Dinas Perdagangan untuk melakukan identifikasi.
“Secara umum kita akan minta untuk pasar-pasar lainnya di identifikasi apakah masih hidup apa enggak. Karena pasar itu jantung ekonomi, jadi ramainya pasar akan menunjukan tingkat perputaran ekonomi disitu,” ungkapnya. (pra)











