Berita Bekasi Nomor Satu

Waspada Penyakit Kencing Tikus saat Banjir, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Cara Mencegah Leptospirosis. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Saat ini wilayah Jabodetabek tengah dilanda intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, salah satunya Leptospirosis. 

Penyakit ini sering disebut sebagai “penyakit kencing tikus” karena penularannya erat kaitannya dengan air dan lingkungan yang kotor.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, memahami apa itu Leptospirosis, gejalanya, serta cara penanganannya sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Apa itu Leptospirosis?

Melansir dari ekahospital.com, leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini biasanya hidup di ginjal hewan, terutama tikus, anjing, dan ternak, dan dikeluarkan melalui urine mereka. Manusia dapat terinfeksi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui:

  • Luka terbuka atau goresan pada kulit

  • Selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut

Kontak ini sering terjadi setelah bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan.

Risiko Leptospirosis Saat Banjir

Banjir membuat risiko infeksi Leptospirosis meningkat karena beberapa faktor:

  1. Kontaminasi meluas
    Air banjir bercampur dengan selokan, tanah, dan urine hewan yang terinfeksi, sehingga bakteri tersebar ke area yang luas.

  2. Kontak langsung dengan air banjir
    Masyarakat sering terpaksa berjalan atau beraktivitas di genangan air. Leptospira dapat bertahan hidup dalam air yang tergenang.

  3. Luka terbuka pada kulit
    Kulit yang terendam lama menjadi lebih lunak dan rentan. Bahkan luka kecil atau lecet yang tidak terlihat bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri.

Baca Juga: Bolehkah Diare Makan Bubur Ayam? Simak Penjelasannya Disini

Gejala Leptospirosis

Masa inkubasi Leptospirosis berkisar antara 2 hingga 30 hari. Gejala awal sering menyerupai flu ringan sehingga mudah diabaikan. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi mendadak

  • Sakit kepala hebat

  • Nyeri otot, terutama di betis dan punggung

  • Mual, muntah, dan diare

  • Mata merah

Jika Anda mengalami gejala mirip flu setelah kontak dengan air banjir, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal atau infeksi organ lain.

Pencegahan Leptospirosis

Beberapa langkah sederhana namun efektif dapat mengurangi risiko tertular:

  • Hindari kontak langsung dengan air banjir jika memungkinkan

  • Gunakan pelindung seperti sepatu boots dan sarung tangan saat harus melewati genangan air

  • Bersihkan dan disinfeksi luka pada kulit segera setelah terkena air banjir

  • Jaga kebersihan lingkungan sekitar untuk meminimalkan populasi tikus

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, risiko Leptospirosis dapat ditekan meskipun musim hujan dan banjir masih melanda. Kesadaran masyarakat adalah kunci untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit yang bisa berakibat serius ini. (ce2)