Berita Bekasi Nomor Satu

Trump Kerahkan Armada Militer Laut Besar-besaran ke Kawasan Dekat Iran

Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mengerahkan armada militer laut skala besar di sekitar kawasan dekat Iran. Foto: AP.

RADARBEKASI.ID, DAVOS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan Washington tengah mengerahkan kekuatan militer laut dalam skala besar ke kawasan dekat Iran.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meski Trump menegaskan pihaknya berupaya menghindari eskalasi konflik.

Berbicara kepada awak media di dalam pesawat Air Force One, Kamis (22/1/2026) waktu setempat saat melakukan perjalanan dari Davos menuju Washington, Trump mengatakan Amerika Serikat telah menyiagakan armada kapal perang sebagai langkah antisipatif.

“Banyak kapal kami bergerak ke arah sana, sekadar berjaga-jaga,” ujar Trump mengutip TRT World.

Ia menyebut pengerahan tersebut sebagai sebuah armada besar yang diposisikan untuk memantau situasi di sekitar Iran.
Trump menambahkan bahwa pemerintah AS terus mengawasi perkembangan di Teheran dengan saksama.

BACA JUGA: Soal Greenland, Trump Bocorkan Pesan Macron ke Medsos

Meski demikian, ia kembali menekankan kehadiran militer tersebut tidak serta-merta berarti Amerika akan melancarkan serangan.

Salah satu kapal induk yang terlibat adalah USS Abraham Lincoln, yang dilaporkan bergerak bersama kapal perusak dan pesawat tempur.

Sejumlah kapal perang dan armada udara tersebut diketahui sebelumnya berada di kawasan Asia-Pasifik, sebelum akhirnya dialihkan ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan regional.

Selain itu, seorang pejabat AS juga menyebut bahwa opsi pengerahan sistem pertahanan udara tambahan tengah dipertimbangkan.

Langkah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah bukan kali pertama dilakukan. Washington kerap mengambil strategi serupa saat situasi kawasan dinilai tidak stabil atau berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Namun Trump kembali menegaskan bahwa pengerahan armada ini tidak otomatis mengarah pada aksi militer. Menurutnya, kekuatan tersebut disiapkan sebagai langkah pencegahan.

“Kami punya armada besar yang bergerak ke sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan harapannya agar Amerika Serikat tidak perlu kembali terlibat dalam aksi militer terhadap Iran.

Meski begitu, ia memperingatkan bahwa Washington akan merespons tegas apabila Teheran kembali mengaktifkan atau melanjutkan program nuklirnya.

Pernyataan terbaru Trump ini memperlihatkan kontras yang cukup tajam antara seruan untuk menahan diri dengan besarnya kekuatan militer yang kini diposisikan di sekitar Iran.

Situasi tersebut menandakan betapa sensitif dan dinamisnya hubungan antara kedua negara di tengah peta geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak. (jpc)