RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar duka atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah tak hanya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya, tetapi juga memicu berbagai spekulasi liar di media sosial.
Di tengah suasana berkabung, warganet justru ramai mengaitkan peristiwa kematian Lula dengan sebuah video ramalan yang disampaikan paranormal Hard Gumay.
Perhatian publik tertuju pada potongan video podcast Hard Gumay yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam cuplikan tersebut, Gumay terdengar menyampaikan penerawangan tentang seorang figur publik yang mengalami sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Kulitnya hitam manis, masuk pemberitaan dan disorot media, karena mendapat musibah sakit lalu meninggal,” ujar Hard Gumay dalam video yang viral tersebut.
Deskripsi singkat itu langsung memantik asosiasi banyak netizen terhadap sosok Lula Lahfah. Dugaan tersebut semakin menguat lantaran Lula memang sempat membagikan kondisi kesehatannya kepada publik.
Pada akhir tahun lalu, ia mengunggah perjuangannya melawan sejumlah penyakit, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), usus bengkak akibat radang, batu ginjal, hingga GERD.
Kondisi kesehatan itu kemudian kembali disorot setelah Lula ditemukan meninggal dunia dalam keadaan “kaku” di kamar apartemennya oleh petugas keamanan pada Jumat (23/1) sore.
Namun demikian, setelah penelusuran lebih dalam, terungkap fakta berbeda dari narasi yang telanjur berkembang. Video ramalan Hard Gumay yang viral tersebut ternyata merupakan cuplikan yang telah dipotong-potong.
Baca Juga: Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia, Reza Arab Batal Tampil Mendadak
Bagian-bagian yang tidak relevan dihilangkan, sementara potongan yang dianggap memiliki kemiripan dengan kondisi Lula Lahfah sengaja disisakan, sehingga memunculkan kesan seolah-olah ramalan itu secara spesifik merujuk kepadanya.
Jika ditelusuri ke sumber aslinya, yakni podcast lengkap Hard Gumay bersama Denny Sumargo yang diunggah pada Agustus 2025 silam, konteks ramalan tersebut jauh berbeda.
Dalam versi utuhnya, Hard Gumay secara tegas menyebut bahwa sosok yang ia terawang adalah seorang selebritas pria, bukan perempuan.
“Selebritis laki-laki… kulitnya hitam manis, rambutnya cukup panjang seleher, usianya di atas 40 di bawah 50… multitalenta, senior, aktor… sakit, masuk pemberitaan disorot media karena dapat musibah sakit. Lalu masyarakat Indonesia kita semua dapat kabar meninggal dunia 2026, 3 atau 4 bulan sebelum akhir tahun,” jelas Hard Gumay dalam podcast tersebut.
Dari penjelasan lengkap itu, terlihat jelas bahwa ramalan yang dikaitkan dengan Lula Lahfah merupakan informasi keliru.
Sosok yang dimaksud Hard Gumay adalah figur pria paruh baya dengan rentang usia tertentu dan diperkirakan meninggal pada periode Agustus hingga November 2026. Deskripsi tersebut sama sekali tidak sesuai dengan profil Lula Lahfah, yang merupakan seorang perempuan muda dan meninggal dunia pada Januari.
Temuan ini sekaligus meluruskan kesimpangsiuran informasi yang terlanjur menyebar di media sosial. Publik diingatkan untuk lebih cermat, tidak terpancing oleh potongan video tanpa konteks, serta melakukan verifikasi sebelum mengaitkan ramalan atau spekulasi tertentu dengan peristiwa nyata.
Terlebih lagi, hal tersebut terjadi di tengah suasana duka atas meninggalnya Lula Lahfah, yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya. (ce2)











