Berita Bekasi Nomor Satu

Warga Terdampak Banjir di Sukamekar Bekasi Terserang Penyakit Infeksi Kulit – Demam

SERBU OBAT-OBATAN: Sejumlah warga antre untuk mendapatkan obat-obatan di posko pengungsian Masjid Al Muhajirin, Desa Sukamekar, Sukawangi, Minggu (25/1). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi masih dilanda banjir hingga Minggu (25/1). Dampak banjir yang berlangsung berhari-hari mulai memicu masalah kesehatan bagi warga terdampak, khususnya di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.

Ketua Relawan Gesit Bekasi, Abdul Latief, mengatakan warga terdampak banjir, baik yang masih bertahan di rumah maupun mengungsi, mulai terserang penyakit infeksi kulit dan demam. Jumlah warga yang terserang penyakit tersebut sekitar ratusan orang.

Relawan Gesit Bekasi turun langsung ke lokasi untuk memberikan layanan kesehatan gratis serta mendirikan dapur umum guna meringankan beban warga terdampak banjir.

BACA JUGA: Waspada Penyakit Kencing Tikus saat Banjir, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Menurut Latief, tingginya antusiasme warga untuk mendapatkan pengobatan berbanding lurus dengan kondisi fisik mereka yang terus menurun akibat terpapar air banjir selama berhari-hari.

​”Bahkan tadi tim medis kami menemukan anak yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dengan bintik-bintik merah di sekujur badan. Kami langsung instruksikan evakuasi ke rumah sakit karena khawatir demam tinggi nanti malam,” ucap Latief di lokasi pengungsian, Masjid Al Muhajirin, Desa Sukamekar, Sukawangi, Minggu (25/1).

Di lokasi pengungsian, puluhan warga tampak mengerumuni tim medis untuk mendapatkan pengobatan. Sebagian besar di antaranya ibu-ibu dan anak-anak. Tingginya jumlah warga yang sakit membuat stok bantuan medis yang dibawa relawan habis tak bersisa.

“Obat-obatan sampai habis, bahkan stok standar seperti obat masuk angin pun sudah tidak ada. Kami sangat kekurangan obat-obatan, pakaian anak, dan pampers,” tambahnya.

Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi warga adalah obat gatal dan obat penurun demam. Selain fokus pada pengobatan, Relawan Gesit Bekasi juga menyediakan layanan Posko Hangat yang telah mendistribusikan lebih dari 700 porsi makanan siap saji, terdiri dari 400 porsi mi instan dan 300 porsi nasi bungkus. Tak hanya kebutuhan fisik, kondisi psikologis anak-anak korban banjir juga menjadi perhatian melalui program trauma healing.

“Kami juga mendistribusikan sekitar 300 helai selimut. Untuk anak-anak, kami adakan trauma healing agar mereka tidak tertekan dengan kondisi bencana ini,” terang Latief.

Meski bantuan dari relawan dan pihak swasta terus mengalir, warga Desa Sukamekar masih membutuhkan bantuan medis lanjutan dari pemerintah daerah. Tinan (36), salahsatu warga terdampak, mengungkapkan banjir telah terjadi sejak Minggu (18/1) atau sekitar sepekan lalu. Ia bersama warga lainnya mengungsi di Masjid Al Muhajirin.

Menurutnya, banjir sempat surut pada Senin, namun kembali merendam rumah warga pada Kamis (22/1) malam. Selama mengungsi bersama suami dan anaknya, Tinan berusaha menerima keadaan. Letak masjid yang tidak jauh dari rumah juga memudahkannya untuk memantau kondisi rumah, terlebih kini banjir mulai surut.

“Yang dibutuhkan warga saat ini alat-alat kebersihan dan obat-obatan. Akibat banjir, banyak warga mengalami gatal-gatal karena kutu air. Jadi obat-obatan memang sangat diperlukan,” tandasnya. (ris)