RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turut merasakan langsung sulitnya medan evakuasi bencana saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1).
Dalam kunjungan tersebut, Jeje bahkan sempat terjebak lumpur hingga kesulitan untuk menyelamatkan diri. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, terlihat Jeje Ritchie Ismail terperosok ke dalam lumpur hingga sedalam pahanya. Kondisi medan yang labil dan licin membuat pergerakannya sangat terbatas. Dua orang di sekitarnya tampak berusaha keras menarik tubuh Jeje keluar dari kubangan lumpur. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dalam waktu singkat.
Meski berada dalam situasi sulit, Jeje terlihat tetap berusaha aktif menggerakkan tubuhnya untuk melepaskan diri.
Ia mencoba mengangkat kaki dan mencari pijakan, namun lumpur yang tebal serta tidak adanya permukaan yang kokoh membuat setiap gerakan menjadi sia-sia. Lumpur tampak mencengkeram kakinya dengan kuat.
Suara seseorang di balik kamera terdengar menggambarkan kondisi tersebut dengan nada khawatir.
“Nyangkut kakinya,” ujar suara tersebut.
“Hese hese (susah-susah), nggak ada yang bisa diinjak soalnya,” lanjutnya.
“Nyangkut euy kakinya, kakinya nggak bisa keluar,” tambah suara itu, menegaskan betapa sulitnya Jeje melepaskan diri dari lumpur.
Insiden ini terjadi saat Jeje Ritchie Ismail, yang juga dikenal sebagai suami presenter Syahnaz Sadiqah, tengah meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu.
Baca Juga: Insanul Fahmi Akui Kesalahan dan Minta Maaf kepada Wardatina Mawa
Kehadiran Jeje di lokasi bertujuan untuk melihat kondisi warga serta proses penanganan dan evakuasi korban secara langsung.
Tanah longsor yang terjadi di wilayah tersebut diketahui menimbulkan dampak yang sangat serius.
Berdasarkan laporan terkini, sedikitnya 10 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Selain korban jiwa, sejumlah bangunan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian rata dengan tanah akibat derasnya material longsoran.
Peristiwa Jeje terjebak lumpur ini sekaligus menjadi gambaran nyata betapa berat dan berbahayanya medan yang harus dilalui oleh tim evakuasi dan relawan di lokasi bencana. Kondisi tanah yang labil, berlumpur, serta minimnya akses aman menjadi tantangan besar dalam proses penanganan korban.
Hingga kini, upaya pencarian dan penanganan pascabencana di Desa Pasirlangu terus dilakukan oleh pihak berwenang dengan bantuan relawan, sementara warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi tanah yang masih rawan longsor. (ce2)











