RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harapan warga Kampung Tambun Inpres, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, untuk terbebas dari banjir belum terwujud, meski Presiden Prabowo Subianto sempat mengunjungi wilayah mereka pada Maret 2025. Hingga kini, permukiman tersebut masih terendam air.
Pada Kamis (26/1), ketinggian air masih mencapai setinggi sepaha orang dewasa. Salahsatunya terlihat di kediaman, Hamdan (70), warga yang rumahnya sempat dikunjungi Presiden Prabowo tahun lalu ketika banjir melanda.
Meski air menggenang, Hamdan tetap bertahan di rumahnya. Ia membuat tempat tidur “panggung” dari kayu rakitannya sendiri agar tetap bisa tidur.
”Semalaman saya tidur di panggung ini,” ucap Hamdan kepada Radar Bekasi di Babelan, Senin (26/1).
Menurut Hamdan, banjir yang melanda wilayahnya telah berlangsung hampir tiga pekan. Bahkan, ketinggian air sempat mencapai satu meter.
Ia menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali CBL dan Kali Bekasi yang masuk ke saluran irigasi DT 8, yang mengalir sepanjang permukiman warga.
“Air hujan sama air dari sana dari luapan kali CBL Kali Bekasi ke Kali irigasi DT 8 ditimpa hujan air penuh dari kemarin air tiga minggu ini belum turun-turun,” tambahnya.
Meski wilayahnya sempat menjadi sorotan nasional saat dikunjungi Presiden, Hamdan mengaku hingga kini warga baru satu kali menerima bantuan logistik. Ia menyebut, sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) tinggal di Kampung Tambun Inpres.
Pascakunjungan Presiden, pemerintah sempat melakukan normalisasi di Kali DT 8 dengan menurunkan alat berat. Namun menurut warga, langkah tersebut belum menyentuh akar permasalahan.
Hamdani menyoroti penyempitan gorong-gorong akibat tertutup infrastruktur talang pipa serta tumbuhnya eceng gondok yang menghambat aliran air. Akibatnya, tidak hanya permukiman warga yang terendam, fasilitas pendidikan seperti SDN Buni Bakti 04 juga terdampak, hingga aktivitas belajar-mengajar lumpuh total.
“Dulu saya minta jembatan sasak, di sekolahan, itu kan sekolahan SD banjir tinggi. Soalnya sekolahan itu banjir, gimana kan yang pada ngajar aja susah,” tuturnya
Kini, Hamdan bersama warga lainnya hanya bisa pasrah sambil berharap adanya solusi permanen untuk membuka sumbatan di ujung saluran irigasi agar Kampung Tambun Inpres tidak lagi menjadi langganan banjir tahunan.
“Harapan saya ya dilihat kembali ke sini (Presiden Prabowo). Dikirim bantuan logistik makanan, obat-obatan, soalnya disini minim bantuan,” tandasnya. (ris)











