RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong penguatan keahlian atau skill siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Angka pengangguran di Jawa Barat masih menempati posisi ketiga tertinggi secara nasional, yakni 6,77 persen. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi untuk mengambil langkah konkret guna menekan pengangguran.
Berdasarkan data terbaru, dari total angkatan kerja Jawa Barat sebanyak 26,29 juta orang, yang bekerja baru 24,51 juta orang. Dengan jumlah penduduk mencapai 51,1 juta jiwa, pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri dinilai strategis untuk menyeimbangkan pertumbuhan angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Saat ini masih terdapat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 1,78 juta orang. Bahkan, Kota Cimahi mencatat tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat dengan angka 8,97 persen,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, kepada Radar Bekasi.
Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan hal tersebut saat sosialisasi peluang kerja ke luar negeri oleh APJATI bersama MIA, yang digelar Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jabar IX Kabupaten Bekasi, Syahrir menilai tingginya UMR di Kabupaten Bekasi mendorong relokasi industri ke daerah lain, seperti Jawa Tengah.
Ia menekankan, peluang pekerja migran formal dapat menjadi solusi atas berkurangnya lapangan kerja lokal akibat perpindahan pabrik. Saat ini, tersedia pelatihan bagi 500 orang yang akan diberangkatkan bekerja ke Turki. Momentum ini menjadi kesempatan strategis bagi lulusan SMK untuk mengurangi angka pengangguran.
“Pihak sekolah aktif berkolaborasi dengan APJATI dan MIA, termasuk menjemput bola mengundang lembaga terkait guna memotivasi siswa agar berani berkarier di luar negeri,” katanya.
Dengan kesiapan mental dan keahlian yang mumpuni, lulusan SMK di Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengangguran di Jawa Barat, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di kancah global. (pra)











