Berita Bekasi Nomor Satu

Banjir “Usir” Puluhan Penghuni Jatibening Permai

DIJUAL : Sebuah spanduk “Rumah Dijual” terpasang di salah satu rumah warga di Perumahan Jatibening Permai, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (29/1). Maraknya rumah yang dijual disebut dipicu banjir berulang yang kerap melanda permukiman tersebut, membuat sejumlah pemilik memilih meninggalkan hunian mereka. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir yang datang berulang telah “mengusir” puluhan penghuni rumah di Perumahan Jatibening Permai, Pondok Gede, Kota Bekasi. Dari sekitar 400 unit rumah yang ada, sedikitnya puluhan kini kosong ditinggalkan pemiliknya. Sejumlah bangunan bahkan tampak terbengkalai, dipenuhi semak belukar, dengan papan bertuliskan “Dijual” terpasang di pagar.

Fenomena rumah kosong ini menjadi bukti nyata dampak banjir yang tak kunjung teratasi. Kawasan hunian yang dulunya padat kini perlahan kehilangan penghuninya karena warga tak lagi sanggup menghadapi genangan air yang terus berulang.

Petugas keamanan perumahan, Nojid (45), menyebut banjir terakhir sebagai yang paling parah dibanding kejadian sebelumnya. Air merendam jalan utama hingga lebih dari satu meter akibat kontur wilayah yang lebih rendah dari sekitarnya.

“Hampir satu meter lebih. Jalan raya di sini memang rendah,” ujar Nojid, Kamis (29/1).

Menurutnya, banjir di Jatibening Permai bukan lagi kejadian musiman. Dalam sebulan terakhir saja, air masuk ke kawasan perumahan hingga tujuh kali.

“Bulan ini saja bisa sampai tujuh kali banjir. Tapi yang sekarang ini paling parah,” katanya.

Dari total sekitar 400 rumah, kini hanya sekitar 350 yang masih dihuni. Sisanya kosong karena pemilik memilih pindah ke tempat yang lebih aman dari genangan.

“Banyak yang kosong gara-gara banjir. Pada pindah semua, ditinggalin,” jelasnya.

Saat banjir memuncak, evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu. Bantuan datang dari TNI AD, pemerintah daerah, serta swadaya warga melalui RT dan RW, terutama dalam bentuk makanan bagi warga yang terisolasi.

“Sempat dievakuasi pakai perahu. Ada mobil TNI juga. Bantuan makanan dari Pemda, RT, RW, sama warga,” ungkap Nojid.

Hingga Kamis sore, genangan mulai berangsur surut. Beberapa ruas jalan sudah bisa dilintasi, meski di sejumlah titik air masih setinggi lutut.

Untuk mempercepat penanganan, enam unit pompa air dioperasikan hingga genangan benar-benar surut. Namun bagi sebagian warga, keputusan sudah diambil: meninggalkan rumah sebelum banjir berikutnya kembali datang. (rez)