RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kepergian Lula Lahfah masih meninggalkan kesedihan mendalam bagi orang-orang terdekatnya, termasuk sahabatnya, Awkarin.
Setelah beberapa waktu berada di Australia, Karin Novilda, yang lebih dikenal dengan nama Awkarin, akhirnya kembali ke Indonesia dan menyempatkan diri mengunjungi makam Lula di Jakarta.
Momen ini menjadi sangat emosional bagi Awkarin karena saat Lula meninggal dunia, dirinya sedang berada di Australia.
Kondisi tersebut membuatnya tak bisa mendampingi sahabatnya di hari-hari terakhir maupun prosesi pemakaman. Kerinduan dan rasa kehilangan pun akhirnya tumpah saat Awkarin kembali menjejakkan kaki di Tanah Air.
Kini, Awkarin telah berkumpul kembali bersama sahabat-sahabatnya di Jakarta, dan salah satu agenda pertamanya adalah berziarah ke makam Lula.
Dalam video yang beredar di media sosial, Awkarin terlihat menahan air mata saat meletakkan bunga di atas pusara sahabatnya. Tak hanya datang untuk berdoa, ia juga membagikan perasaan hatinya melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya, @narinkovilda.
Unggahan tersebut memuat curahan rindu, penyesalan karena datang terlambat, serta kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama.
“Assalamualaikum Lulaaaaaa kita udah kumpul bareng lagi!!! Maaf ya gue baru dateng Lula, tapi Awkarin lu ini yang selalu bikin lu geleng-geleng, udah bacain yasin buat Lula dari kemarin dan udah baca langsung di rumah baru Lula. Kita sayang Lula,” tulisnya pada Selasa (3/2/2026).
Dalam tulisannya, Awkarin mengenang Lula sebagai sosok yang lembut dan penuh kebaikan. Ia menegaskan bahwa sahabatnya itu akan selalu hidup dalam ingatan mereka.
Baca Juga: Momen Rachel Vennya dan Azizah Salsha Satu Frame di Lapangan Padel
“Sampai kapanpun kita nggak bakal pernah lupa kebaikan Lula dan betapa lembutnya hati Lula, serta semua momen-momen persahabatan kita selama ini,” lanjutnya.
Awkarin juga mengenang perjalanan panjang persahabatan mereka yang dimulai sejak 2016. Saat itu, mereka berempat menamai lingkaran pertemanan mereka dengan sebutan unik, “Rahasia Negara,” karena memiliki rahasia yang sama yang tak diketahui orang lain. Kini, geng itu berkembang menjadi delapan orang, namun ikatan mereka tetap kuat.
Menurut Awkarin, kepergian Lula akan meninggalkan perubahan besar dalam hidup mereka. Momen berkumpul tak lagi terasa sama tanpa kehadiran sosok yang selalu membawa kehangatan itu.
“Hidup kita semua mungkin nggak akan pernah sama lagi, Lula, dengan ketidakhadiranmu di waktu-waktu kita ngumpul ke depannya. You can never be replaced in our hearts,” tulisnya.
Ia menutup unggahannya dengan ucapan terima kasih atas waktu dan persahabatan yang telah diberikan Lula.
“Terima kasih, Lula, untuk waktumu selama di dunia, yang sebagian kamu habiskan bersama kita. We’re so lucky to have known you in our lives,” tulis Karin penuh haru. (ce2)











