Berita Bekasi Nomor Satu

Trotoar di Jalan Narogong Ambles Belum Diperbaiki

AMBLAS: Trotoar di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, terlihat mengalami amblas.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Trotoar di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mengalami ambles sejak hampir dua pekan lalu. Hingga kini, belum juga diperbaiki.

Peristiwa amblesnya trotoar itu diketahui terjadi secara tiba-tiba pada Jumat (23/1) pagi. Hingga Selasa (3/2), area trotoar yang rusak masih ditutup dan belum terlihat adanya aktivitas perbaikan di lokasi.

Seorang warga setempat, Haryono, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

“Jumat kemarin yang lalu, sudah hampir dua minggu, hampir mendekati dua minggu,” kata Haryono saat ditemui di lokasi, Selasa (3/2).

Haryono menduga amblesnya trotoar dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar, salah satunya keberadaan pohon yang berada di dekat pondasi trotoar. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama kejadian tersebut.

“Saya sendiri kurang tahu kejadiannya, karena di samping pondasi itu ada pohon. Jadi pohon itu pengaruh dari akar pohon atau tidak, saya juga tidak tahu persis,” jelasnya.

Meski trotoar mengalami kerusakan, Haryono menuturkan arus lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Narogong masih dapat dilalui. Pasalnya, bagian jalan yang amblas berada di sisi pinggir dan tidak langsung mengenai badan jalan utama.

“Kalau di tempat saya di sini posisi aman. Jadi yang kena di pinggir jalan sebelah sana, trotoar juga ditutup oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Terkait rencana perbaikan, Haryono menyebut belum mengetahui secara pasti karena Jalan Raya Narogong merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kalau soal perbaikan saya tidak tahu, soalnya ini punya provinsi, bukan kota,” ujarnya.

Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan mengingat Jalan Raya Narogong merupakan jalur utama yang dilintasi kendaraan besar seperti truk dan kontainer.

“Kalau lebih baik ya diperbaiki. Kami sih tidak masalah, tidak ganggu penjualan kami juga, tapi ini kan jalan raya. Ini jalan provinsi, penghubung dari Bekasi. Kendaraan besar semua lewat sini,” harapnya.

Sementara itu, warga lainnya, Arnold, menyebut amblasnya trotoar diduga disebabkan oleh longsoran air dari saluran gorong-gorong di sekitar lokasi.

“Ya, air longsor. Iya, longsor,” kata Arnold singkat.

Menurutnya, kerusakan terjadi di bagian pinggir sehingga tidak terlalu mengganggu arus kendaraan. Namun, Jalan Raya Narogong merupakan akses utama yang kerap dilalui kendaraan besar dan juga pejalan kaki.

“Memang jalur utama, tapi tidak mengganggu kendaraan karena di pinggir. Itu gorong-gorong,” ujarnya.

Arnold menambahkan, saluran air di bawah trotoar tergolong cukup dalam sehingga rawan longsor saat debit air meningkat. Ia berharap perbaikan segera dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.

“Pasti diperbaiki. Itu kan badan jalan, walaupun buat pejalan kaki, tetap harus diperbaiki,” pungkasnya. (rez)