Berita Bekasi Nomor Satu

Pemerintah Klaim Pasokan Migor Aman hingga Lebaran

TINJAU PABRIK: Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau produk minyak goreng saat kunjungan ke pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri di Bantargebang Kota Bekasi, Kamis (4/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah klaim pasokan minyak goreng (Migor) nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso usai meninjau langsung pabrik minyak goreng PT Mikie Oleo Nabati Industri di Jalan Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi.

Dalam kunjungannya, Mendag Budi Santoso berdialog dengan jajaran direksi perusahaan serta melihat secara langsung proses produksi migor, termasuk produksi Minyak Kita yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Budi menegaskan, hasil peninjauan menunjukkan produksi berjalan normal dan stok migor dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Kami melihat langsung proses produksi minyak goreng untuk memastikan pasokan aman. Dari hasil peninjauan, stok untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri dipastikan cukup,” ujar Budi Santoso kepada wartawan, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, minyak goreng yang beredar di pasaran memiliki berbagai jenis, mulai dari minyak premium hingga minyak goreng second brand yang kualitas dan harganya setara dengan Minyak Kita.

Namun demikian, Minyak Kita kerap dijadikan indikator utama ketersediaan minyak goreng nasional.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi kelangkaan ketika stok Minyak Kita berkurang, meskipun jenis minyak goreng lainnya masih tersedia di pasaran.

“Minyak goreng itu variatif, ada yang premium dan ada juga second brand yang kualitas serta harganya setara dengan Minyak Kita. Tapi karena Minyak Kita dijadikan indikator, ketika stoknya menipis seolah-olah minyak goreng langka,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Mendag mendorong para produsen minyak goreng agar memperbanyak produksi minyak goreng second brand dengan kualitas dan harga setara Minyak Kita, sehingga pasokan di tingkat konsumen tetap terjaga.

“Kami mendorong produsen untuk memperbanyak minyak second brand yang kualitas dan harganya sama dengan Minyak Kita agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” katanya.

Selain itu, Budi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada satu merek minyak goreng saja. Ia menegaskan, masih banyak pilihan minyak goreng lain di pasaran dengan kualitas dan harga yang tidak kalah bersaing.

“Masyarakat jangan terpaku pada satu jenis, yaitu Minyak Kita. Karena di pasaran tersedia banyak jenis minyak goreng dengan kualitas dan harga yang setara,” pungkasnya. (rez)