RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Bekasi kerap padam sesaat setelah diperbaiki. Penyebabnya tak sekadar korsleting atau perawatan yang terlambat, melainkan ulah pencuri.
Komponen PJU berupa kabel NYY dan panel lampu yang hilang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap, sehingga rawan dicuri. Menyikapi hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi tengah menyiapkan langkah-langkah solusi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan maraknya pencurian membuat lampu PJU mati sesaat setelah perbaikan. Ia kerap menerima laporan dari masyarakat terkait padamnya PJU, baik di Jalur Pantura maupun Jalan Inspeksi Kalimalang.
”Kami menerima laporan PJU mati. Petugas ke lapangan lalu memang itu kabelnya hilang. Kemudian diganti, lalu besoknya mati lagi, ternyata dicuri lagi. Ada sekitar 350 meter panjangnya kabel,” kata Agus, pekan lalu.
Agus menegaskan, stok komponen minor masih cukup untuk perbaikan cepat. Menurutnya, gangguan penerangan umumnya akibat pencurian kabel.
Selain itu, jumlah lampu PJU sampai saat ini belum ideal dibanding panjang jalan. Data Dishub, dengan total panjang jalan 946.997 meter, dibutuhkan sekitar 23.673 titik PJU. Namun, saat ini baru tersedia sekitar 9.905 titik.
“Sesuai standar, jarak antara tiang PJU 40 meter, sehingga idealnya terdapat 23.673 titik. Kekurangannya dengan yang ada saat ini sekitar 13.000 titik,” ucap Agus.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, Dishub tengah menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kajian awal telah disusun bersama Bappenas, meski masih menunggu kesiapan internal daerah untuk masuk tahap teknis.
”Tahapan selanjutnya sebenarnya masuk pada kajian secara teknis. Dari Bappenas telah meminta kesiapan dari pemerintah daerah, namun sepertinya masih perlu waktu. Sehingga saat ini untuk PJU masih kami lakukan pengadaan seperti biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi, Deni Hendra, menyebut Jalan Inspeksi Kalimalang sebagai salahsatu titik paling rawan pencurian. Kabel NYY dan panel yang hilang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap.
”Dari wilayah KPU sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang,” ucap Deni.
Deni memaparkan, Dishub sering kali harus mengambil alih perbaikan meski lampu berada di jalan nasional, yang secara regulasi menjadi wewenang pusat. Perbaikan dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui media sosial maupun platform pengaduan Pemkab Bekasi.
“Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang kami miliki. Setelah kami perbaiki, ternyata dicuri lagi, lalu masyarakat kembali komplain,” katanya.
Guna memutus rantai pencurian, Dishub tengah mengkaji penggantian kabel dengan material yang kurang bernilai jual bagi pencuri. Selain itu, koordinasi dengan kepolisian dilakukan untuk menjerat pelaku.
“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus pakai jenis yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” tandas Deni. (ris)











