RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, merespons program gentengisasi secara nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.
Program gentengisasi diketahui merupakan upaya penggantian atap rumah warga dari seng dan asbes menjadi genteng berbahan tanah liat. Program ini bertujuan meningkatkan estetika lingkungan, kenyamanan hunian, sekaligus mendorong produktivitas ekonomi desa.
Asep menilai kebijakan standarisasi material atap tidak bisa diterapkan secara seragam di seluruh daerah. Menurutnya, setiap wilayah memiliki kondisi geografis serta ketersediaan sumber daya alam yang berbeda-beda, termasuk Kabupaten Bekasi yang karakteristik wilayahnya tidak sama antara satu kecamatan dan kecamatan lain.
“Kalau saya pribadi, itu tergantung wilayahnya. Kan belum tentu itu juga kan menghasilkan tanah-tanahnya, ada apa nggak,” kata Asep, Senin (9/2).
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi kawasan metropolitan dan zona industri seperti Jakarta dan Bekasi. Keterbatasan lahan kosong menjadi persoalan utama apabila daerah diminta memproduksi material genteng secara mandiri.
“Kayak di Jakarta, kayak di Cikarang, Bekasi, kan belum tentu ada lahan untuk buat genteng dari tanah juga,” tambahnya.
Selain persoalan bahan baku, Asep mengaku masih belum mendapatkan gambaran jelas terkait mekanisme pengadaan barang apabila program tersebut benar-benar diterapkan. Ia mempertanyakan dari mana pasokan genteng akan didatangkan jika suatu daerah tidak memiliki kemampuan produksi sendiri.
“Apa mungkin ada produk genteng nanti dari mana, kita juga nggak tahu,” terang Asep. (ris)











