RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kontingen Israel menjadi sorotan saat tampil dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin yang digelar di Italia pada Jumat (6/2/2026). Kehadiran mereka memicu beragam reaksi, baik di dalam arena maupun di luar lokasi pertandingan.
Ajang olahraga musim dingin tersebut berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari dan mempertandingkan 16 cabang olahraga, di antaranya ski, hoki es, serta seluncur es.
Dalam defile pembukaan, kontingen Israel diwakili oleh empat atlet yang berjalan sambil melambaikan tangan, tersenyum ke arah penonton, dan membawa bendera nasional Israel.
Namun, suasana berubah saat rombongan atlet Israel melintasi Predazzo, lokasi arena ski jumping. Sejumlah penonton terdengar mencemooh dan meneriakkan sorakan bernada protes kepada keempat atlet tersebut.
Reporter The Independent, Flo Clifford, melaporkan bahwa aparat keamanan terlihat mengawal kontingen Israel dengan pengamanan ketat dan berjalan sangat dekat dengan para atlet guna mengantisipasi kemungkinan gangguan.
Di tengah polemik tersebut, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menegaskan tidak akan menjatuhkan sanksi atau menskors Israel dari keikutsertaan dalam Olimpiade Musim Dingin, meskipun tekanan dan tuntutan dari berbagai pihak terus bermunculan.
Baca Juga: Olla Ramlan Main di Serial Malaysia ‘Walid’, Ini Sinopsisnya
Penolakan terhadap partisipasi Israel juga tercermin dari aksi protes besar yang sebelumnya terjadi di Milan, salah satu kota yang menjadi lokasi perhelatan Olimpiade Musim Dingin. Ribuan demonstran turun ke jalan untuk mengecam keikutsertaan Israel dalam ajang olahraga internasional tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa menyalakan bom asap dan petasan, yang kemudian dibalas aparat kepolisian dengan penggunaan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan kerumunan.
Kecaman tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan pejabat negara. Menteri Olahraga Spanyol, Pilar Alegría, menyatakan bahwa Israel seharusnya dilarang mengikuti ajang olahraga apa pun.
Pernyataan senada disampaikan oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, yang secara terbuka meminta agar Israel tidak diizinkan berpartisipasi dalam kompetisi olahraga internasional selama tindakan yang ia sebut sebagai aksi keji di Gaza masih terus berlangsung. (ce2)











