Berita Bekasi Nomor Satu

5 Buah Pembawa Keberuntungan Saat Imlek dan Makna Filosofinya

Makna Buah-Buahan dalam Perayaan Imlek. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina merupakan salah satu momen terpenting dalam budaya Tionghoa. Lebih dari sekadar pergantian tahun, Imlek sarat dengan simbol, doa, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun. 

Tradisi berkumpul bersama keluarga, membagikan angpao, hingga menghias rumah dengan lampion merah dan ornamen emas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan ini.

Namun, bukan hanya dekorasi dan ritual yang memiliki makna khusus. Sajian makanan, termasuk buah-buahan, juga memegang peranan penting dalam menyampaikan harapan akan keberuntungan, kemakmuran, dan keharmonisan di tahun yang baru.

Buah-buahan yang disajikan saat Imlek tidak dipilih secara sembarangan. Setiap jenis memiliki arti simbolis tersendiri, yang dapat ditinjau dari warna, bentuk, rasa, cara tumbuh, hingga kemiripan pelafalan namanya dalam bahasa Mandarin. 

Kombinasi unsur tersebut membuat buah-buahan tertentu dipercaya mampu membawa energi positif dan keberkahan bagi keluarga yang merayakannya.

Deretan Buah yang Wajib Hadir Saat Imlek

Berikut beberapa buah yang kerap dianggap wajib ada dalam perayaan Imlek karena diyakini membawa makna kekayaan dan keberuntungan.

1. Jeruk Mandarin: Simbol Emas dan Kemakmuran

Jeruk Mandarin adalah buah yang paling identik dengan Imlek. Hampir setiap rumah, altar sembahyang, hingga toko atau tempat usaha menyediakannya selama perayaan berlangsung.

Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kesinambungan hidup, sedangkan warna oranye keemasannya diasosiasikan dengan emas, simbol kekayaan dan kemakmuran. Dalam tradisi Tionghoa, jeruk juga dihubungkan dengan makna keberuntungan dan berkah.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Ini Fakta Unik Angpao yang Wajib Kamu Tahu

Tak jarang jeruk Mandarin disusun dalam jumlah genap, karena angka genap dipercaya membawa keberuntungan berlipat. Penyajiannya menjadi doa agar rezeki mengalir lancar sepanjang tahun.

2. Anggur: Lambang Kelimpahan Berkelanjutan

Anggur dikenal sebagai simbol kelimpahan karena tumbuh dalam bentuk tandan yang lebat. Dalam konteks Imlek, tandan anggur dimaknai sebagai rezeki yang datang bertubi-tubi dan tidak terputus.

Selain bentuknya, warna anggur juga memiliki arti tersendiri. Anggur merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan, sementara anggur hijau merepresentasikan pertumbuhan, kesehatan, dan vitalitas.

Karena filosofi tersebut, anggur sering dihidangkan sebagai pelengkap meja perayaan atau dijadikan buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah kerabat.

3. Apel: Harapan Akan Kedamaian

Apel memiliki posisi istimewa dalam tradisi Imlek karena melambangkan kedamaian dan keselamatan. Dalam bahasa Mandarin, kata apel (píngguǒ) memiliki kemiripan bunyi dengan kata yang berarti “damai” atau “aman”.

Makna inilah yang menjadikan apel simbol harapan agar keluarga menjalani tahun baru dengan penuh ketenteraman. Apel sering dijadikan hantaran sebagai doa agar penerimanya senantiasa dilindungi dari konflik dan kesulitan.

4. Delima: Simbol Kesuburan dan Masa Depan Cerah

Delima memiliki makna yang kuat dalam budaya Tionghoa. Banyaknya biji di dalam buah ini melambangkan kesuburan, keberlimpahan, dan keturunan yang banyak serta harmonis.

Dalam perayaan Imlek, delima mencerminkan harapan akan masa depan yang cerah dan keluarga yang berkembang. Selain itu, buah ini juga dianggap melambangkan kebajikan dan teladan, sehingga penyajiannya menjadi doa agar setiap anggota keluarga tumbuh menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

5. Pisang: Filosofi Keberlanjutan dan Manfaat

Pisang mengandung filosofi mendalam tentang keberlanjutan generasi. Pohon pisang hanya berbuah sekali sepanjang hidupnya, tetapi sebelum mati akan menumbuhkan tunas-tunas baru di sekitarnya.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Kue Keranjang Nian Gao untuk Perayaan Imlek 2026

Makna ini ditafsirkan sebagai pesan agar manusia meninggalkan manfaat dan warisan nilai bagi generasi berikutnya. Dalam perayaan Imlek, pisang menjadi simbol kesinambungan hidup, pertumbuhan keluarga, dan harapan agar setiap generasi saling mendukung satu sama lain.

Kehadiran buah-buahan dalam perayaan Imlek bukan sekadar pelengkap meja makan. Setiap buah membawa pesan simbolis yang mencerminkan doa untuk kekayaan, keharmonisan, kesehatan, dan keberlanjutan hidup.

Melalui warna cerah dan bentuknya yang khas, buah-buahan menjadi representasi harapan agar tahun yang baru membawa kehidupan yang lebih baik. Tradisi ini menunjukkan bahwa dalam budaya Tionghoa, setiap detail perayaan memiliki makna mendalam, bahkan hingga pada pilihan buah yang disajikan di atas meja. (ce2)