Berita Bekasi Nomor Satu

ATPUSI Gelar Seminar di STMIK Al Muslim Bekasi untuk Tingkatkan Kualitas SDM Perpustakaan Sekolah

Narasumber, Chief Marketing Officer KuBuku, Edi S. Sianturi, menyampaikan materi saat seminar bertajuk "Profesionalisme Pengelola Perpustakaan Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Literasi Berkelanjutan" di Aula STMIK Al Muslim Bekasi, Rabu (11/2). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Bekasi Raya menggelar seminar bertajuk “Profesionalisme Pengelola Perpustakaan Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Literasi Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/2) di Aula STMIK Al Muslim Bekasi ini diikuti oleh 120 peserta.

Seminar dibuka oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai inovasi layanan perpustakaan digital dari narasumber, Chief Marketing Officer KuBuku, Edi S. Sianturi. Selain itu, materi juga disampaikan Herlinda Novita Rahayu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Ketua ATPUSI Bekasi Raya, Arwin Saputra, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga perpustakaan di sekolah.

“Kegiatan ini mendukung peningkatan SDM sehingga perpustakaan di sekolah menjadi lebih baik lagi,” ujar Arwin.

Kualitas SDM perpustakaan sekolah menjadi kunci utama. Pustakawan yang kompeten akan berdampak langsung pada mutu literasi dan kualitas layanan di perpustakaan.

Arwin menegaskan, perpustakaan saat ini bukan sekadar gudang buku, melainkan harus menjadi sumber informasi yang lengkap dan nyaman bagi anak-anak.

“Perpustakaan di Kabupaten Bekasi bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi kita rombak total agar menjadi sumber informasi yang lengkap dan nyaman untuk anak-anak di sekolah,” katanya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, foto bersama dengan narasumber dan panitia kegiatan seminar bertajuk “Profesionalisme Pengelola Perpustakaan Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Literasi Berkelanjutan” di Aula STMIK Al Muslim Bekasi, Rabu (11/2). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

Melalui kegiatan ini, tenaga perpustakaan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dengan menghadirkan inovasi layanan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan pelajar.

“Pelajar nantinya akan semangat membaca buku, tidak hanya sibuk dengan gawai untuk bermain gim, tetapi menggunakan gawai mereka untuk membaca,” lanjutnya.

Upaya ATPUSI meningkatkan minat baca sejalan dengan program pemerintah. Berdasarkan data BPS Jawa Barat, tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Kabupaten Bekasi pada 2024 tercatat sebesar 64,65. Angka ini menunjukkan minat baca masyarakat berada pada kategori sedang, dengan durasi membaca rata-rata 1 hingga 1,59 jam per hari.

Berdasarkan UU No. 43 Tahun 2007, sarana pendidikan diwajibkan memiliki perpustakaan sekolah. Namun, Arwin mengakui ruang perpustakaan di beberapa sekolah masih terbatas. Meski demikian, dia mendorong pemanfaatan aplikasi digital untuk mendukung layanan perpustakaan.

“Mari kita bersama-sama belajar menggunakan aplikasi yang dapat mempermudah layanan perpustakaan, seperti aplikasi iPusnas di Perpusnas dan iBekasiKab di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Selama ini, diakui Arwin, sebagian tenaga perpustakaan sekolah merangkap sebagai guru kelas, yang menjadi tantangan tersendiri. Arwin berharap pemerintah dapat mendorong regulasi untuk menyiapkan tenaga perpustakaan yang profesional.

“Kebijakan pemerintah mudah-mudahan mendorong membuat regulasi untuk menyiapkan tenaganya yang handal,” pungkasnya.

Kolaborasi

Sementara itu, Ketua STMIK Al Muslim Bekasi, Ibnu Triyanto, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap seminar yang diselenggarakan ATPUSI dengan menyediakan aula. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Ia menegaskan, Yayasan Al Muslim melalui STMIK berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Ruang kolaborasi ini juga dapat difasilitasi melalui platform Digislamic

“Melalui kolaborasi juga bisa soft selling Yayasan Al Muslim, khususnya STMIK Al Muslim kepada pihak luar,” ujar Ibnu.

Selain itu, kolaborasi ini sejalan dengan amanat Yayasan Al Muslim sebagai lembaga pendidikan berbasis digital yang islami dengan predikat Samsung Digital Lighthouse School (SDLS).

Diketahui, SDLS merupakan program pengakuan dari Samsung sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah-sekolah yang menunjukkan kepemimpinan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong inovasi dan kreativitas dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

“Sebagai SDLS, Al Muslim punya kolaborasi dengan pihak luar,” pungkasnya. (oke)