RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi makan bersama menjadi bagian penting dari budaya masyarakat di berbagai daerah. Jika di Jawa Barat dikenal tradisi cucurak, maka di Aceh Utara masyarakat memiliki tradisi Mak Megang, yakni memasak dan makan bersama sebagai ungkapan syukur sebelum memasuki Ramadan.
Tim Gerakan Anak Negeri berharap, tradisi ini tetap dijaga oleh warga terdampak banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, meski tengah berada di pengungsian.
Oleh sebab itu, Tim Gerakan Anak Negeri menyalurkan satu ekor sapi untuk disembelih dan dimasak bersama oleh para korban banjir, agar tradisi Mak Megang tetap bisa dilaksanakan dan menjadi penguat semangat kebersamaan di tengah kondisi sulit.
Penanggung jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan khusus untuk mendukung pelaksanaan Mak Megang di pengungsian.
“Pak Kadus, ini sapi dari tim Gerakan Anak Negeri untuk disembelih. Insyaallah dagingnya bisa dimasak dan dimakan bersama dalam acara Mak Megang, bersama semua yang ada di pengungsian,” ujarnya, Rabu (11/2).

Warga memotong daging sapi untuk dimasak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. FOTO: GERAKAN ANAK NEGERI
Kepala Dusun Lhok Pungki, Kecamatan Sawang, Firmadi, menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur.
Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas kepedulian yang diberikan.
“Alhamdulillah, kita kedatangan orang baik. Kita sudah mendapatkan satu ekor lembu dan akan kita masak di pengungsian. Alhamdulillah, kami tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hari ini kita dapat rezeki untuk kita potong Mak Megang,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Gerakan Anak Negeri berharap tradisi dan nilai kebersamaan masyarakat Aceh Utara tetap terjaga, sekaligus menghadirkan kehangatan dan harapan bagi warga pengungsian dalam menyambut bulan Ramadan. (*)











