RADARBEKASI.ID, BEKASI – Alarm investasi Kota Bekasi berbunyi. Realisasi penanaman modal pada 2025 tercatat turun dibanding tahun sebelumnya, memaksa Pemkot diminta segera merumuskan strategi baru agar laju pertumbuhan tak kian melambat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, mengungkapkan penurunan itu terkuak dalam rapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu, mulai dari meredanya proyek strategis nasional (PSN) hingga melemahnya daya beli masyarakat.
“Karena sebelumnya masih banyak proyek strategis nasional yang berjalan. Sekarang hampir semuanya selesai. Ditambah menurunnya daya beli masyarakat, contohnya ada mal yang tutup,” ujar Dariyanto, Rabu (11/2).
Menurutnya, berhentinya sejumlah proyek besar otomatis mengurangi derasnya arus investasi yang sempat mendongkrak capaian sebelumnya. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih turut memberi tekanan.
DPRD pun mendorong Pemkot Bekasi tak tinggal diam. Tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan investasi agar status Bekasi sebagai kota metropolitan tetap terjaga.
“Kita berharap pemerintah bisa meningkatkan kembali investasi, fokus lagi menggenjot realisasi penanaman modal,” tegasnya.
Sebagai pijakan, DPRD dan Pemkot sebelumnya telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) 2025–2045. Regulasi tersebut dirancang sebagai peta jalan jangka panjang pengembangan sektor industri.
“Perda itu menjadi road map pembangunan industri agar bisa mendorong dan menambah nilai investasi di Kota Bekasi,” tandasnya. (sur)











