RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kembali menghidupkan Bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) rute Terminal Bekasi–Harapan Indah. Langkah ini sekaligus menambah daftar moda angkutan umum di Kota Bekasi, menyusul beroperasinya kembali transportasi publik yang sebelumnya bernama Trans Bekasipatriot.
Pengalaman Bus Transpatriot yang berhenti beroperasi pada April 2024 menjadi catatan penting. Saat itu, persoalan manajemen, pembiayaan, serta rendahnya tingkat keterisian penumpang menjadi sorotan. Kini, Pemkot Bekasi berupaya menepis keraguan dengan menjanjikan pengelolaan yang lebih profesional, disertai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disebut super ketat.
Trans Beken melayani lintasan sepanjang 30,1 kilometer dengan 47 titik pemberhentian, menghubungkan Terminal Bekasi dan Harapan Indah, serta melewati simpul-simpul transportasi penting seperti stasiun dan LRT, pusat perbelanjaan, hingga kawasan hunian vertikal.
Rute ini dinilai strategis karena Stasiun Bekasi telah ditetapkan sebagai stasiun kereta api jarak jauh, sehingga kebutuhan akan angkutan pengumpan menjadi semakin mendesak.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan kualitas layanan menjadi kunci utama. Ia menargetkan transportasi massal ini mampu merepresentasikan wajah pelayanan publik Kota Bekasi.
“Karena ini tentu memiliki spesifikasi yang tinggi, terkait kebersihan, keharuman, dan juga pengemudinya. Ini akan menggambarkan bagaimana sebuah kota melayani warganya secara paripurna,” ujarnya.
Sebanyak sembilan unit bus disiapkan pada tahap awal, masing-masing berkapasitas 40 penumpang. Selama satu bulan pertama, layanan ini digratiskan sebagai strategi menarik minat masyarakat. Setelah itu, tarif ditetapkan Rp4.500 dengan sistem pembayaran non-tunai. Tarif ini diklaim telah melalui kajian dan relatif terjangkau dibandingkan moda transportasi lain.
Namun, tantangan terbesar bukan semata pada tarif murah atau fasilitas bus. Perubahan perilaku masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal masih menjadi pekerjaan rumah yang berat. Kemacetan dan polusi udara di Kota Bekasi terus meningkat, sementara ketergantungan terhadap sepeda motor dan mobil pribadi belum menunjukkan tren penurunan signifikan.
BACA JUGA: Trans Beken Picu Protes Sopir Angkot, Ketua DPRD Minta Dishub Jelaskan Secara Terbuka
Tri mengajak masyarakat untuk beralih ke angkutan umum demi menekan polusi dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Seruan ini sejalan dengan RPJMD Kota Bekasi yang menempatkan transportasi terintegrasi sebagai salah satu prioritas pembangunan. Akan tetapi, keberhasilan ajakan ini sangat bergantung pada konsistensi layanan, ketepatan waktu, serta jaminan kenyamanan dan keamanan.
Kepala Dishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar memastikan SOP pengoperasian dijalankan secara ketat, mulai dari kondisi armada, administrasi pengelolaan, hingga standar operator. Bus hanya berhenti di titik resmi, beroperasi pukul 05.00–21.00 WIB, dengan pengaturan headway yang menyesuaikan jam sibuk.
Kerja sama dengan PT Sinar Jaya diharapkan mampu mendongkrak profesionalisme layanan. Namun, publik menanti pembuktian nyata di lapangan. Trans Bekasi Keren bukan sekadar proyek pencitraan atau seremoni peluncuran, melainkan ujian keseriusan Pemkot Bekasi dalam membangun sistem transportasi publik yang berkelanjutan.
Jika konsistensi terjaga, Trans Beken berpeluang menjadi tulang punggung mobilitas warga. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan layanan hanya akan menambah daftar panjang program ambisius yang kandas di tengah jalan. (sur)











