Berita Bekasi Nomor Satu

Jarang Diketahui! 5 Tradisi Imlek Ini Ternyata Bisa Bikin Tubuh Lebih Sehat

Rahasia Sehat di Balik Tradisi Imlek yang Jarang Diketahui Orang. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Tradisi merupakan kegiatan yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu kelompok masyarakat, melekat kuat, dan menjadi bagian identitas mereka. Begitu pula dengan perayaan Imlek, yang sejak dahulu hingga kini selalu disambut dengan sukacita, doa, dan harapan akan keberuntungan. 

Masyarakat Tionghoa tidak hanya merayakan Imlek sebagai momen pergantian tahun, tetapi juga menjaga serangkaian tradisi yang kaya makna. 

Menariknya, beberapa kebiasaan ini ternyata memiliki manfaat nyata bagi kesehatan tubuh. Melansir dari Halodoc, berikut beberapa tradisi Imlek beserta dampak kesehatannya:

1. Bersih-Bersih Rumah

Salah satu tradisi yang wajib dilakukan menjelang Imlek adalah membersihkan rumah secara menyeluruh. Lebih dari sekadar merapikan, kegiatan ini dipercaya dapat “mengusir” energi negatif dan menyiapkan rumah untuk menerima keberuntungan yang baru.

Selain nilai simboliknya, bersih-bersih rumah juga bermanfaat bagi kesehatan:

  • Meningkatkan kualitas tidur: Kamar dan tempat tidur yang bersih membuat tubuh lebih nyaman untuk beristirahat. Kondisi ini membantu pelepasan hormon serotonin, yang menimbulkan perasaan tenang dan bahagia.

  • Mengurangi stres dan depresi: Rumah berantakan sering meningkatkan tingkat stres karena tubuh sulit menyeimbangkan hormon kortisol, hormon yang berhubungan dengan stres. Dengan lingkungan yang rapi, tubuh lebih mampu rileks.

  • Mencegah penyakit: Debu dan kotoran bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus. Membersihkan rumah secara rutin membantu menurunkan risiko infeksi.

Baca Juga: 6 Cara Unik Kirim Angpao Digital via Chat, QR Code, hingga E-Wallet di Imlek 2026

2. Menghidangkan Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin menjadi ikon Imlek. Dalam bahasa Tionghoa, pengucapan “jeruk” mirip dengan kata “emas”, sehingga buah ini diyakini membawa keberuntungan dan kemakmuran. Jeruk yang masih berdaun bahkan melambangkan umur panjang.

Selain simbolisme tersebut, jeruk mandarin juga menyehatkan: kandungan vitamin C yang tinggi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan, serta membantu menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya.

3. Memakai Warna Merah

Warna merah selalu mendominasi dekorasi Imlek, mulai dari lampion hingga pakaian. Menurut kepercayaan Tionghoa, merah dipercaya mampu mengusir roh jahat dan energi negatif yang datang pada saat pergantian tahun. Warna ini diyakini menakuti makhluk buas dari gunung dan laut, sehingga rumah dan perayaan tetap aman dan harmonis.

4. Berkunjung ke Keluarga Besar

Tradisi silaturahmi saat Imlek mirip dengan perayaan besar lain seperti Idul Fitri atau Natal. Banyak orang Tionghoa kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan kerabat, mempererat hubungan, serta memperkuat rasa kebersamaan.

Selain memperkuat ikatan sosial, kebiasaan ini juga bermanfaat bagi kesehatan mental: interaksi positif dengan orang-orang terdekat dapat meningkatkan hormon kebahagiaan, menurunkan stres, dan memberi perasaan puas serta damai.

Dengan begitu, perayaan Imlek bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga sarana menjaga kesehatan fisik dan mental. Dari membersihkan rumah hingga berkumpul dengan keluarga, setiap tradisi menyimpan makna mendalam yang memperkaya hidup secara menyeluruh. (ce2)