Berita Bekasi Nomor Satu

Warga Kalijaya Cikarang Barat Pawai Obor Sambut Ramadan

SAMBUT RAMADAN: Sejumlah anak-anak antusias mengikuti pawai obor di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Senin (16/2) malam. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Cahaya kuning kemerahan dari ratusan obor bambu membelah kegelapan malam di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (16/2) malam. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan, menghidupkan suasana Tarhib Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Kegiatan yang berpusat di Masjid Jami Al Makmur ini merupakan hasil kolaborasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Pemerintah Desa Kalijaya, Karang Taruna, serta elemen masyarakat setempat. Tradisi tersebut telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan warga.

Warga, Firda (30), mengatakan pawai obor menjadi momen kebersamaan yang selalu dinanti. Menurutnya, kegiatan ini telah berkembang menjadi tradisi yang mengakar di lingkungan mereka.

“Kegiatan ini untuk menyambut Ramadan, khususnya di wilayah Kalijaya. Ini setahun sekali dan diikuti warga dari RT 01, 02, dan 03,” ucap Firda.

Iring-iringan peserta memulai perjalanan dari halaman masjid, melintasi rute menuju Sentra Grosir Cikarang (SGC), lalu kembali ke titik awal. Jarak tempuh sekitar tiga kilometer tidak menyurutkan antusiasme warga.

Bagi masyarakat Kalijaya, Ramadan menjadi waktu refleksi diri sekaligus mempererat kebersamaan, terutama saat sahur dan ibadah berjamaah.

“Ramadan itu momen yang ditunggu-tunggu untuk jadi pribadi yang lebih baik dan lebih khusyuk dalam beribadah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DKM Jami Al Makmur sekaligus ketua panitia, Muhammad Imam Sofwa, menyebutkan sekitar 500 warga mengikuti pawai obor tersebut, mulai dari anak-anak hingga kaum ibu. Tradisi yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir itu dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Imam menjelaskan bahwa pemilihan obor sebagai instrumen utama memiliki filosofi yang mendalam. Obor dianggap sebagai representasi visual dari gairah religiusitas masyarakat.

“Obor adalah simbol semangat dan kegembiraan menyambut bulan suci Ramadan. Lewat kegiatan ini, warga yang mungkin sempat terpisah atau kurang berkomunikasi bisa berkumpul, saling memaafkan, dan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih,” kata Imam.

Ia berharap pawai obor menjadi jembatan perdamaian dan mempererat hubungan sosial masyarakat menjelang Ramadan.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan, kedamaian, dan kerukunan. Jangan sampai Ramadan datang tapi masih ada marah-marah. Dengan kegiatan ini, mudah-mudahan saat Ramadan tiba, hati kita sudah saling memaafkan,” tandasnya. (ris)