RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah tetap terkendali meski secara nominal mengalami kenaikan.
Per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat mencapai Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sebagai perbandingan, rasio utang Malaysia pada 2025 berada di kisaran 64 persen terhadap PDB. Thailand mencatat sekitar 63,5 persen PDB, sementara Singapura jauh lebih tinggi di rentang 165 hingga 170 persen terhadap PDB.
“Dengan standar itu, kami masih aman,” kata Purbaya dikutip dari JPNN Kamis (19/2/2026).
BACA JUGA: FDI Purbaya
Ia juga memastikan defisit anggaran negara tetap dikendalikan agar tidak menembus ambang batas 3 persen terhadap PDB.
Menurutnya, pemerintah secara sadar memanfaatkan ruang defisit yang tersedia sebagai instrumen untuk mempercepat pemulihan sekaligus membalikkan arah pertumbuhan ekonomi.
“Jadi strateginya adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kami enggak lewatin 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik,” tuturnya.
Purbaya menilai strategi tersebut merupakan langkah terukur guna menjaga momentum pertumbuhan, namun tetap dalam koridor disiplin fiskal.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil kebijakan secara gegabah yang justru berisiko menekan daya beli masyarakat dan menyeret ekonomi kembali melemah.
Sepanjang 2025, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB, masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan. (cr1)











