Berita Bekasi Nomor Satu

Saatnya Mengoptimalkan Bekal Iman

Oleh: Jalu Dwi Putranto, S.Ip (Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita umur, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita bisa kembali bertemu dengan bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, dan penuh rahmat. Bulan yang kehadirannya selalu kita rindukan, karena di dalamnya terdapat banyak sekali keistimewaan yang tidak kita temukan di bulan-bulan lainnya.

Ramadan ini adalah satu bulan penuh yang istimewa, dari awal sampai akhir. Setiap harinya bernilai ibadah, setiap malamnya bernilai pahala. Di bulan inilah pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila datang bulan Ramadan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya Allah SWT memberikan kesempatan yang sangat luas kepada kita untuk memperbaiki diri, bertaubat, dan menghapus dosa-dosa kita. Selama dosa tersebut bukan dosa syirik dan musyrik, insyaAllah akan diampuni. Betapa luasnya kasih sayang Allah kepada kita, padahal sering kali kita lalai, lupa, bahkan sengaja melakukan kesalahan.

Di bulan Ramadan ini pula, amal perbuatan kita dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan, satu kebaikan dibalas dengan ratusan pahala. Satu sedekah kecil, satu dzikir pendek, satu rakaat shalat sunnah, semuanya bernilai sangat besar di sisi Allah. Maka sangat rugi orang yang melewati Ramadan hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tanpa memperbanyak ibadah.

Jamaah sekalian, secara khusus, 10 hari pertama Ramadan dikenal sebagai waktu turunnya rahmat Allah. Rasulullah SAW bersabda:

“Ramadan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR. Al-Baihaqi)

Di 10 hari pertama ini, Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Maka inilah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan baik. Kalau biasanya kita jarang shalat malam, di 10 hari pertama ini mari kita coba biasakan. Kalau biasanya kita jarang membaca Al-Qur’an, mari kita mulai sedikit demi sedikit. Tidak perlu banyak, yang penting rutin dan istiqamah.

Begitu juga dengan sedekah, dzikir, dan menjaga lisan. Mari kita jaga perkataan, hindari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti orang lain. Karena bisa jadi, puasa kita hanya mendapatkan lapar dan haus, jika kita tidak menjaga akhlak dan perbuatan.

Namun perlu kita ingat, jamaah, bahwa Ramadan bukan hanya istimewa di awalnya saja. Sepuluh hari kedua adalah waktu ampunan, dan sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka. Artinya, seluruh rangkaian Ramadan ini penuh dengan keutamaan. Oleh sebab itu, baik 10 hari pertama, 10 hari kedua, maupun 10 hari ketiga, semuanya harus kita manfaatkan sebaik mungkin.

Jangan sampai semangat kita hanya di awal Ramadan, lalu menurun di pertengahan, dan melemah di akhir. Justru seharusnya semakin hari, semakin bertambah semangat ibadah kita. Kita optimalkan bekal kita, karena kita tidak tahu apakah Ramadan tahun depan masih bisa kita temui atau tidak.

Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai bulan perubahan. Bulan untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki akhlak. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang mendapatkan rahmat di awal Ramadan, ampunan di pertengahannya, dan pembebasan dari api neraka di akhirnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.(*)