RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari pertama pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi langsung tancap gas. Wajib pajak yang ingin membayar layanan pajak tetap dilayani, meski sejumlah pegawai masih menerapkan work from home (WFH).
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan pelayanan pajak daerah tetap berjalan normal sesuai libur Lebaran.
“Meskipun ada penerapan WFH, pelayanan pajak daerah tetap berjalan,” ujar Iwan, Rabu (25/3).
Realisasi capaian pajak daerah Kabupaten Bekasi cukup menggembirakan. Hingga akhir triwulan pertama, pendapatan sudah menembus setengah triliun rupiah.
“Terhitung pada 25 Maret 2026 sejak pukul 16.00 WIB realisasi yang sudah tercapai sebesar Rp535.441.081.036. Capaian ini merupakan capaian pada akhir triwulan pertama ini,” terang Iwan.
Ia menuturkan, angka tersebut merupakan realisasi dari sektor pajak daerah yang menjadi tugas pokok Bapenda. Mulai tahun ini, kata dia, capaian akan diinformasikan secara rutin melalui media sosial resmi Bapenda.
“Update mingguan ini merupakan salahsatu bentuk transparansi, agar masyarakat bisa memantau sektor pendapatan dari pajak daerah,” kata Iwan.
Meski realisasi capaian pajak sudah menembus Rp535 miliar, jajaran Bapenda belum berpuas diri. Target tahun ini sebesar Rp3,8 triliun masih harus dicapai.
“Kami tidak akan pernah bosan untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk taat membayar pajak daerah untuk pembangunan daerah,” jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau pegawai Pemkab Bekasi menjadi teladan masyarakat.
“Kami mengajak pegawai pemerintah menjadi contoh dalam pembayaran pajak daerah, seperti PBB dan pajak kendaraan bermotor. Bila pegawai taat, ini akan menularkan ketaatan kepada masyarakat,” pungkasnya. (and)











