Berita Bekasi Nomor Satu

Tol Fungsional Japek II Selatan Pangkas Waktu Tempuh Arus Balik

MENGULAR: Foto udara antrean kendaraan roda empat melintasi Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan di Setu, Kamis (26/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalur fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dimanfaatkan pemudik sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek saat arus balik Lebaran tahun ini. Jalur ini diklaim mampu memangkas waktu tempuh menuju wilayah Jabodetabek.

Ridwan (42), pemudik asal Bandung, mengaku baru mengetahui pengoperasian jalur tersebut saat melintas di kawasan Sadang. Petunjuk arah dan keberadaan petugas membuatnya mencoba rute baru itu ketika hendak menuju Cinere, Depok.

“Mulanya saya gak tahu kalau tol fungsional sudah dibuka. Pas lihat petunjuk arah di Sadang dan ada petugas, saya tanya terus langsung coba masuk,” kata Ridwan di Serangbaru, Kamis (26/3).

Menurutnya, berdasarkan aplikasi navigasi, waktu tempuh melalui Japek II Selatan lebih singkat dibandingkan jalur Japek eksisting yang kerap macet saat puncak arus balik.

“Ya kalau lewat Japek eksisting pasti lebih lama. Kalau lewat sini lebih cepat,” katanya.

Pengalaman serupa dirasakan Ari (55), pemudik tujuan Tangerang. Ia memilih jalur tersebut karena dinilai lebih dekat dengan akses menuju rumahnya melalui jaringan Tol JORR II.

“Kalau lihat aplikasi saya diarahkan keluar di Setu. Terus nanti masuk lagi ke Tol Cimanggis-Cibitung (JORR II) arah Serpong,” terang Ari.

Meski masih berstatus fungsional, jalur ini dapat dilintasi tanpa tarif dari Sadang hingga Setu. Pengguna hanya membayar tarif Tol Cipularang di Gerbang Tol Sadang. Selain keluar di Kutanagara, pemudik juga dapat memanfaatkan akses Bojongmangu, Sukaragam, dan Setu yang terhubung langsung dengan JORR II.

Di balik kelancaran jalur baru, kelelahan masih menjadi tantangan bagi pemudik, terutama yang menempuh perjalanan jauh dari wilayah selatan Jawa Barat. Kondisi ini terlihat di rest area sementara KM 18 Desa Sukasari, Bekasi, yang mulai dipadati kendaraan sejak Selasa malam.

Intan (28), pemudik asal Tasikmalaya tujuan Bogor, menuturkan perjalanan keluarganya memakan waktu hampir 24 jam akibat kemacetan panjang sebelum memasuki Japek II Selatan.

“Kami satu mobil satu keluarga, ada orangtua dan adik saya. Perjalanan hampir 24 jam. Dari Tasik sampai Cipularang macet sekali. Baru lancar setelah masuk Tol Japek Selatan dari Sadang. Alhamdulillah sudah sampai sini,” ungkap Intan.

Meski kondisi jalan mulai lancar, rasa kantuk dan kelelahan menjadi risiko yang tidak boleh disepelekan. Intan memilih beristirahat sejenak di fasilitas tenda dan toilet portabel yang disediakan sebelum memacu kendaraannya kembali.

“Minum kopi dulu sebentar, habis itu lanjut jalan,” tambahnya singkat.

Sementara itu, Kapolsek Serang Baru Ajun Komisaris Polisi Hotma Sitompul mengimbau pemudik tidak memaksakan diri berkendara saat lelah. Menurut dia, istirahat menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan.

“Istirahat sejenak tidak hanya menjaga kesehatan pengemudi, tetapi juga dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman hingga sampai tujuan,” tutur Hotma.

Ia juga mengingatkan potensi kejahatan di titik-titik istirahat.

“Kita imbau untuk berhati-hati terhadap modus kejahatan seperti pecah kaca atau aksi kriminalitas lainnya,” tandasnya. (ris)