RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang warga mengungkap ciri-ciri terduga pelaku penyiraman air keras yang menimpa seorang lansia inisial TW (54), saat hendak menuju musala untuk menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai RT 01 RW 014, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3) sekitar pukul 04.50 WIB.
Warga tersebut, Rahmat (46), menyebut terduga pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor dengan atribut tertutup.
“Pelaku berboncengan, menggunakan helm fullface hitam, kaca tertutup, pakai jaket warna hitam, motornya yang saya lihat menggunakan matic, warna putih gading,” ujar Rahmat, Selasa (31/3).
Ia mengaku sempat berpapasan dengan dua orang terduga pelaku sesaat sebelum kejadian Pertemuan terjadi di salahsatu persimpangan jalan kompleks.
Saat itu Rahmat hendak menuju tempat ibadah dan melihat kedua pria tersebut masuk ke area perumahan dengan atribut yang tertutup rapat.
Menurutnya, penampilan kedua orang tersebut tidak lazim bagi tamu maupun warga, terlebih saat waktu menjelang salat subuh.
“Saya sebenarnya udah curiga, kenapa masuk komplek perumahan kok pakai helm tertutup. Tapi karena azan sudah mau waktu masuk salat, sudah mau dekat komat, saya nggak mikir panjang lagi tentang keberadaan si pelaku ini,” tambahnya.
Sesaat setelah berpapasan, kedua orang tersebut memacu kendaraannya ke arah berlawanan sehingga identitasnya sulit dipantau.
“Nah, kebetulan waktu itu saya arah ke kanan, dia (pelaku) sebelah kiri. Dia belok ke kiri, saya belok ke kanan. Setelah itu saya nggak tahu,” terang Rahmat.
Tak lama setelah saksi melintas, aksi penyiraman terjadi. Di mata warga, korban dikenal sebagai sosok baik, tidak memiliki masalah dengan orang lain, dan sedang dalam kondisi kurang sehat.
“Nggak ada (musuh). Korban ini orang baik. Nggak banyak cerita, nggak banyak ngomong. Karena dia punya riwayat sakit. Jadi dia banyak diam. Itu aja yang saya tahu,” kata Rahmat.
BACA JUGA: Warga Bumi Sani Tambun Disiram Air Keras Saat Menuju Musala
Keesokan harinya, kata Rahmat, sisa zat kimia di lokasi kejadian masih menunjukkan reaksi berbahaya. Lantai di tempat kejadian perkara dilaporkan masih mengeluarkan buih dan bau menyengat.
“Lantainya masih terasa panas saat diinjak, masih berbuih dan baunya sangat asam. Itu luar biasa,” tuturnya.
Kini, warga Perumahan Bumi Sani Permai diliputi rasa khawatir atas teror yang terjadi di lingkungan mereka. Mereka mendesak kepolisian segera menangkap pelaku berdasarkan ciri-ciri kendaraan dan atribut yang telah diketahui.
“Luar biasa resah, gitu. Kita mengharapkan kelas (kasus) ini cepat terungkap, terselesaikan,” kata Rahmat. (ris)











