Berita Bekasi Nomor Satu

Belum Ada Tersangka Kebakaran SPBE di Cimuning, Kapolres: Masih Penyelidikan

PASCAKEBAKARAN : Warga mengamati bangunan yang ludes usai terbakar akibat kebakaran SPBE Cimuning, di Jalan Cinyosog, Kp Pabuaran, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (5/4). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota memastikan proses hukum terkait insiden kebakaran SPBE di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, masih berada pada tahap penyelidikan.

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dan masih fokus mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan pihaknya belum mengarah pada proses pidana lebih jauh karena tahapan penyelidikan masih berlangsung.

“Untuk saat ini kami masih fokus pada proses penyelidikan, jadi belum mengarah ke proses hukum pidana lebih jauh. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Kusumo kepada wartawan, Jumat (3/4)

BACA JUGA: DPRD Evaluasi Seluruh SPBE di Kota Bekasi Buntut Kebakaran di Cimuning

Dalam proses tersebut, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian, termasuk karyawan SPBE dan warga sekitar.

“Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan, baik dari karyawan SPBE maupun masyarakat yang melihat atau mendengar langsung kejadian,” jelasnya.

Selain itu, aparat kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Kusumo menyampaikan, situasi di lokasi kejadian mulai berangsur membaik. Selain itu, aparat bersama unsur Forkopimda juga telah meninjau langsung kondisi korban di rumah sakit.

BACA JUGA: Pertamina Janji  Ganti Rugi Korban Ledakan SPBE Cimuning

Polres Metro Bekasi Kota turut mengambil langkah untuk membantu masyarakat sekitar yang terdampak secara psikologis.

Kegiatan bakti sosial dengan membersihkan lingkungan warga yang terdampak ledakan dan pemeriksaan kesehatan gratis digelar, disertai dengan penerjunan tim trauma healing bagi warga.

“Ini penting untuk membantu menghilangkan dampak psikologis atau ketakutan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh ledakan tersebut,” kata Kusumo.

Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian dipastikan sudah aman setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kusumo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu ledakan susulan yang beredar di media sosial yang sangat meresahkan.

Kapolres juga meminta kepada masyarakat untuk tidak ragu menghubungi hotline 110 atau mendatangi posko bersama yang ada di sekitar lokasi.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak termakan berita hoaks dan menyebarkannya, karena dengan adanya berita hoaks itu sangat memberatkan masyarakat yang ada di sekitarnya,” tukasnya. (rez)