RADARBEKASI.ID, BEKASI — Korban meninggal akibat kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi dua orang.
Korban kedua, Jaimun (61), meninggal pada Senin (6/4) sekitar pukul 15.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RS Primaya Bekasi Timur. Ia mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.
Jaimun bekerja sebagai security SPBE, sama seperti Suyadi (62) yang lebih dulu meninggal dan dimakamkan pada Minggu (5/4) malam.
“Yang meninggal kemarin si Suyadi, yang Jaimun tadi. Baru saya dapat laporan. Terakhir jam setengah empat,” ucap Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, Senin (6/4).
Nachrowi menjelaskan, kedua korban merupakan warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Keduanya bekerja sebagai security di lokasi saat insiden terjadi.
“Tambun Selatan. Dua-duanya karyawan ya, security,” katanya.
Ia menyebut luka bakar yang dialami kedua korban sangat parah. Suyadi mengalami luka bakar hingga 92 persen, sementara Jaimun mencapai 97 persen.
“Yang Jaimun 97 persen, kalau yang Suyadi itu 92 persen,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, sebelumnya menyampaikan duka cita atas meninggalnya Suyadi dan memastikan proses santunan telah ditangani melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Pak Suyadi, dia adalah merupakan security dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan sudah lakukan kemarin langsung di kubur tadi malam dan insya Allah akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengatakan kondisi luka bakar yang sangat luas menjadi penyebab utama korban tidak tertolong.
“Karena memang posisi dia juga memang dekat sekali dengan lokasi kebakaran. Dia kan security, setelah itu memang tingkat keparagan itu kan dia kemarin juga udah 90 persen jadi kita pikir juga mungkin itu yang terbaik Allah berikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban sempat mendapatkan penanganan awal di RS Unimedika sebelum dirujuk ke RS Primaya Bekasi Timur untuk perawatan lanjutan.
“Sebelum menjalani perawatan, dia pertama di Unimedika. Unimedika, terus dirujuk ke Primaya Timur,” ujarnya.
Meski telah mendapatkan penanganan maksimal, luka bakar yang hampir meliputi seluruh tubuh membuat kondisi korban tidak dapat diselamatkan.
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ya mungkin pengaruh memang luka bakar yang terlalu berat. Usia kan juga sudah 62 tahun,” tuturnya.
“Kalau kita lihat, 90 persen sudah luka. 90 persen itu kan berarti semua organ,” lanjutnya.
Pemkot Bekasi mencatat total korban dalam peristiwa ini mencapai sekitar 22 orang, dengan sebagian besar mengalami luka ringan.
Saat ini, beberapa korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang. (rez)











