RADARBEKASI.ID BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan menyinkronkan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dengan daerah tetangga.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan pembangunan 2027 bertajuk “Infrastruktur Berkeadilan untuk Konektivitas Pelayanan Berkualitas dan Ekonomi Berkelanjutan”.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menilai konektivitas antarwilayah menjadi kebutuhan mendesak untuk memperlancar mobilitas dan menguatkan pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan perbatasan.
Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Muaragembong yang berbatasan dengan Karawang hingga Bojongmangu yang beririsan dengan Kabupaten Bogor menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, pembangunan tidak lagi bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi antarwilayah.
“Saya akan singgah ke daerah Bojongmangu, perbatasan Bogor dengan Bekasi. Saya akan lihat jalan kita kayak gimana, jalan Bogor kayak gimana. Nanti akan kita sinkronkan menjadi jembatan buat akses mudah untuk masyarakat ke Bogor maupun sebaliknya,” tuturnya.
Asep menegaskan, konsep pembangunan ke depan mengedepankan prinsip berkeadilan. Seluruh 23 kecamatan dan 187 desa dan kelurahan akan mendapat porsi pembangunan sesuai kebutuhan dan skala prioritas.
Ia juga berencana mengumpulkan para camat untuk memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, terutama daerah yang masih tertinggal infrastruktur.
“Kita lihat di Muaragembong, ada jalan di kampung yang masih ‘bluk-bluk’ (berlumpur). Itu akan kita lihat langsung untuk segera dibangun,” kata Asep. (ris)











