RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Artis Nana Mirdad mengungkapkan kesedihan sekaligus kemarahannya atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. Ia menyoroti dampak kebakaran yang terus meluas selama berbulan-bulan serta penanganan yang dinilainya belum menunjukkan perkembangan berarti.
Selama empat bulan terakhir, kebakaran hutan dan lahan di Borneo dilaporkan telah menghanguskan ratusan ribu hektare lahan.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan, terutama karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Melalui unggahan di platform Threads, Nana menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya upaya penanganan bencana tersebut. Ia merasa prihatin karena kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan itu belum juga mendapatkan penanganan yang menurutnya memadai.
Nana pun mempertanyakan respons terhadap bencana yang dampaknya semakin mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuat dirinya sedih sekaligus geram.
“Sudah berbulan-bulan begini, tapi masih belum ada penanganan berarti,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti situasi di Kalimantan, Nana juga menyinggung dampak kabut asap yang dirasakan hingga negara tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat, termasuk anak-anak.
“Di negara tetangga, bahkan ada anak-anak yang meninggal karena kurang jarak pandang. Enggak ngerti lagi, sumpah! Kok bisa ya sampai slow begini nurani, keserakahan, dan ketidakpeduliannya. Kita butuh berdoa agar keajaiban terjadi di Kalimantan,” tulis Nana.
Ungkapan tersebut memperlihatkan besarnya keprihatinan Nana terhadap bencana yang terjadi. Ia juga menyampaikan kritik keras terhadap sikap yang dinilainya kurang tanggap dalam menghadapi persoalan lingkungan tersebut.
Unggahan Nana Mirdad pun langsung menarik perhatian warganet dan menuai beragam reaksi. Sejumlah netizen turut mengungkapkan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang berdampak pada lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Bencana karhutla sendiri menjadi persoalan serius karena dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, menurunkan kualitas udara akibat kabut asap, serta mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Oleh karena itu, penanganan kebakaran dan upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi dampak yang lebih luas.
Kritik yang disampaikan Nana menjadi salah satu bentuk perhatian publik terhadap persoalan lingkungan di Indonesia. Melalui unggahannya, ia berharap kondisi di Kalimantan segera membaik dan bencana yang berlangsung dapat segera ditangani. (mna)











