Berita Bekasi Nomor Satu

Ria Ricis Blak-blakan soal Karhutla di Maluku, Akui Pernah Lihat Hutan Dibakar dan Ada yang Menjaga

Potret Ria Ricis. Foto: Instagram @riaricis1795

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – YouTuber Ria Ricis menaruh perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ia mengaku pernah menyaksikan secara langsung kondisi kawasan hutan yang diduga sengaja dibakar ketika melakukan perjalanan ke Maluku.

Pengalaman tersebut membuat Ria Ricis menyadari bahwa karhutla bukan sekadar persoalan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia bahkan sempat mengabadikan kondisi hutan yang terbakar dan membagikan rekaman tersebut melalui Instagram Story miliknya.

Melansir dari Jawapos.com, Ria Ricis menceritakan pengalamannya melihat kebakaran hutan ketika berkunjung ke Maluku. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa persoalan karhutla memang perlu mendapatkan perhatian serius.

“Waktu aku trip ke Maluku, aku pernah posting videonya juga di Insta Story, ada beberapa hutan yang memang dibakar. Memang kelihatan kok ada yang jagain juga,” ujar Ria Ricis, dikutip dari Jawapos.com pada Selasa (20/10).

Mantan istri Teuku Ryan tersebut menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami dampak nyata kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya dianggap hanya sebagai isu yang beredar di dunia maya karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.

“Untuk teman-teman di luar sana, karhutla itu nyata adanya, memang benar adanya. Bukan postingan sosial media doang,” katanya.

Selain menyoroti kondisi hutan yang terbakar, Ria Ricis juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakat yang harus menghadapi dampak kebakaran, khususnya mereka yang tinggal di Kalimantan dan wilayah sekitarnya.

Ia berharap hujan segera turun agar dapat membantu meredakan kebakaran yang berlangsung di sejumlah daerah.

Ria Ricis mengaku memperoleh informasi bahwa beberapa wilayah sudah cukup lama tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut membuatnya membayangkan betapa sulitnya situasi yang harus dihadapi warga ketika kebakaran terus meluas di tengah cuaca kering.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar hujan segera turun dan kondisi di wilayah terdampak dapat berangsur membaik.

Tak hanya melalui doa, Ria Ricis juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana tersebut. Menurutnya, setiap orang dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dukungan kepada warga terdampak dinilai penting agar mereka tidak harus menghadapi situasi sulit tersebut sendirian.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan serta mengancam habitat satwa liar. Bencana tersebut juga berpotensi menghasilkan kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: Ternyata Bukan Desta, Asri Welas Blak-blakan Punya Kekasih Bule, Sibad Kepergok Pernah Lihat Pria Itu Datang ke Rumahnya!

Paparan asap kebakaran dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan. Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan.

Ria Ricis pun mengaku khawatir apabila asap akibat karhutla menyebar hingga Jakarta. Sebagai seorang ibu yang memiliki anak, ia turut memikirkan dampak buruk pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Saya terus terang khawatir banget asapnya sampai Jakarta. Bukan kita doang yang khawatir, pasti teman-teman di luar sana juga khawatir,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut membuat Ria Ricis mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan.

Sebagai bentuk kepedulian, Ria Ricis mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengambil langkah pencegahan apabila wilayah tempat tinggal mereka terdampak kabut asap.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan masker serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Menurutnya, langkah tersebut perlu diperhatikan agar masyarakat dapat mengurangi risiko paparan asap, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.

“Himbauan buat teman-teman. Tetap pakai masker, hindari keluar rumah untuk hal-hal yang mungkin nggak terlalu penting. Kalau harus ke luar rumah, harus pakai masker,” tuturnya.

Untuk perlindungan dari partikel halus dalam asap, respirator seperti N95 yang digunakan dengan benar dapat membantu menyaring partikel lebih efektif dibandingkan masker kain atau masker bedah biasa.

Imbauan Ria Ricis tersebut menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Apabila asap menyebar ke wilayah lain, kesehatan dan aktivitas masyarakat yang berada jauh dari lokasi kebakaran juga berpotensi terganggu.

Melalui pengalamannya melihat langsung kondisi hutan di Maluku, Ria Ricis berharap masyarakat semakin peduli terhadap persoalan karhutla. Ia juga mengajak publik untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak serta menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap yang dapat membahayakan pernapasan. (mna)