Berita Bekasi Nomor Satu

Peduli Korban Karhutla, Tasya Farasya Tambah 2 Titik Rumah Aman Asap di Kalimantan Tengah

Potret Tasya Farasya. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Tasya Farasya membawa kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Beauty influencer tersebut mengumumkan penambahan lokasi posko bantuan Rumah Aman Asap yang tengah dipersiapkannya untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap.

Informasi tersebut disampaikan Tasya melalui akun Threads miliknya pada Selasa (20/10/2026). Dalam unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukur setelah menerima konfirmasi mengenai dua titik tambahan untuk program bantuan tersebut.

“Alhamdulillah Alhamdulillahhh good news this morning,” tulis Tasya dalam unggahannya.

Ia menjelaskan bahwa dua titik tambahan Rumah Aman Asap telah mendapatkan konfirmasi. Salah satunya merupakan lokasi baru yang akan dibuka di Sampit, sedangkan titik lainnya adalah lokasi yang sudah tersedia dan akan memperoleh dukungan operasional.

Dengan adanya penambahan tersebut, program Rumah Aman Asap diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Sampit dan Palangka Raya. Salah satu lokasi yang disebutkan dalam informasi tersebut adalah Gereja GKE Gloria Bukit Tunggal.

Seluruh posko direncanakan mulai beroperasi secara bersamaan pada 23 Oktober 2026. Jadwal tersebut juga mencakup pembukaan Rumah Aman Asap pertama yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Dilengkapi Air Purifier untuk Membantu Warga Menghadapi Kabut Asap

Selain mengumumkan penambahan lokasi, Tasya turut membagikan foto yang memperlihatkan kondisi ruangan posko Rumah Aman Asap. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat fasilitas berupa alat pemurni udara atau air purifier yang disiapkan untuk membantu menciptakan lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat di tengah paparan asap akibat karhutla. Dengan demikian, warga yang membutuhkan tempat untuk mengurangi paparan asap dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di posko tersebut.

Tak hanya menyediakan alat pemurni udara, aktivitas pelayanan kesehatan juga terlihat dalam dokumentasi yang dibagikan. Sejumlah warga tampak menjalani pemeriksaan tekanan darah di lokasi bantuan.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan di posko tidak hanya berfokus pada penyediaan ruang dengan kualitas udara yang lebih baik, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Meski demikian, rincian lebih lanjut mengenai jenis layanan kesehatan yang tersedia belum dijelaskan dalam informasi tersebut.

BAC JUGA: Insanul Fahmi Ngaku Rugi Rp2,3 Miliar akibat Ditipu Teman Dekat, Diberi Cek Kosong hingga Minta Kapolri Turun Tangan

Penambahan titik Rumah Aman Asap diharapkan dapat memperluas akses bantuan bagi warga Kalimantan Tengah yang terdampak karhutla. Dengan beroperasinya beberapa lokasi sekaligus, masyarakat di wilayah yang terjangkau akan memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh fasilitas yang disediakan.

Tetap Berbagi Informasi Bantuan Meski Mengeluhkan Shadowban

Sebelum mengumumkan perkembangan terbaru mengenai Rumah Aman Asap, Tasya sempat menyampaikan keluhannya terkait akun media sosial yang menurutnya mengalami shadowban setelah dirinya menyuarakan persoalan karhutla.

Shadowban merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pengguna. Namun, dugaan tersebut merupakan keluhan yang disampaikan Tasya mengenai akun miliknya.

Terlepas dari persoalan tersebut, Tasya tetap membagikan perkembangan upaya bantuan yang sedang dipersiapkannya bagi masyarakat terdampak. Ia kembali menggunakan media sosial untuk menyampaikan kabar mengenai penambahan lokasi Rumah Aman Asap.

Langkah Tasya ini tidak hanya berupa penyampaian informasi mengenai karhutla kepada publik, tetapi juga disertai upaya menghadirkan bantuan secara langsung melalui penyediaan posko.

Dengan rencana beroperasinya seluruh titik pada 23 Oktober 2026, Rumah Aman Asap diharapkan dapat membantu menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan tempat dengan kualitas udara lebih baik selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (mna)