Berita Bekasi Nomor Satu

Bekasi Usulkan PSBB Ketiga

PSBB
ILUSTRASI: Petugas kepolisian memberhentikan sejumlah pengendara sepeda motor saat melintasi check point PSBB di Jalan Sultan Agung Medan Satria Kota Bekasi, Selasa (28/4). Tim Pengawasan Pergerakan Orang dan Kendaraan Kota Bekasi mencatat 17.371 pelanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberikan teguran tertulis di 32 check point.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bekasi tahap dua selesai hari ini. Namun, warga positif Covid-19 masih ditemukan dalam tes acak menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 12 pasar tradisional dan dua kawasan pertokoan.

Menyusul temuan dua kasus tersebut, Pemerintah Kota Bekasi mengajukan perpanjangan PSBB tahap tiga hingga 26 Mei mendatang. Keduanya ditemukan di pasar Wisma Asri, bukan warga Kota Bekasi. Mereka diketahui berinisial R penjual ayam potong, warga Kabupaten Bekasi. Sementara H warga yang tengah berada di salah satu kios, merupakan warga Kabupaten Bogor. Hasil sementara diketahui di tiga wilayah Kecamatan, yakni Bekasi Timur, Bekasi Utara, dan Medan Satria.

“Hasil swab kemarin di Pasar yang dilakukan di RSUD di tiga Kecamatan Bekasi Timur, Utara dan Medan Satria, itu kita ketemukan di Pasar Wisma Asri ada dua,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (11/5).

Pemerintah Kota Bekasi telah bersurat kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) wilayah domisili kedua warga tersebut untuk segera dapat ditindak lanjuti. Rahmat khawatir lantaran kedua orang yang diketemukan ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga Mash beraktivitas seperti biasa, dan berpotensi menularkan kepada warga lainnya.

Langkah selanjutnya akan dilakukan pelacakan atau tracking kepada warga sekitar yang berinteraksi dengan keduanya, hasil tracking akan diberikan kepada masing-maisng wilayah dimana warga tersebut berdomisili.

Sampai saat ini, sampel dari sejumlah pasar di sembilan kecamatan sudah diketahui hasilnya negatif dan dua orang positif. Namun, dari jumlah keseluruhan sebanyak 700 sampel tersebut belum seluruhnya diketahui hasilnya, hari ini Rahmat menjanjikan hasil keseluruhan bisa diketahui.

“Tadi kita kumpulin Pasar harus satu pintu (akses keluar masuk) supaya gampang monitornya, lalu juga jaga jaraknya harus diperkuat, pengaturan-pengaturan itu dan menggunakan masker,” lanjut Rahmat.

Sejak pelaksanaan PSBB tahap satu lalu, pemerintah Kota Bekasi telah mengurangi jam operasional pasar, untuk siang hari jam operasional ditentukan mulai pukul 10:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB. Sementara untuk pagi hari, jam operasional ditentukan mulai pukul 22:00 WIB hingga pukul 05:00 WIB.

Menyusul masih diketemukan kasus positif Covid-19, pemerintah Kota Bekasi telah mengajukan perpanjangan pelaksanaan PSBB kepada Pemerintah Provinsi Jawa barat. “Sampai 26 Mei jika disetujui, sudah semalam (pengajuan),” tandasnya.

Pelacakan penyebaran Covid-19 akan dilanjutkan, sisa dari tujuh titik chek point yang beberapa waktu lalu dilakukan tes swab dari total 32 titik akan kembali dilakukan pekan ini. Fokus tes acak yang disasar adalah perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok.

Diakui Rahmat, meskipun grafik jumlah kasus nampak landai, pihaknya menganggap belum bisa untuk melakukan relaksasi PSBB. Pertimbangan ini juga memperhatikan wilayah sekitar yakni Bodebek dan Jakarta masih mempertimbangkan relaksasi PSBB.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Bekasi mulai senin kemarin melakukan tes swab di sejumlah puskesmas dan tempat umum. Tes ini untuk menyasar Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Dalam seminggu ini harapannya bisa selesai semua tes sweb di puskesmas,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid -19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Menurutnya, sudah ada enam puskesmas yang selesai dilakukan tes sweb, dari jumlah keseluruhan sebanyak 44. Lalu, akan dilanjutkan di rumah sakit terhadap Pasien Dalam Pemantaun (PDP), termasuk dengan kontak eratnya. Kemudian berikutnya tokoh masyarakat, terutama ulama. Dan terakahir di tempat umum seperti pasar. “Jadi selebihnya tes sweb dilakukan di pasar dan tokoh agama. Yang ada sekarang ini (tersedia) 1000,” tuturnya.

Menurutnya, hanya ada empat pasar yang akan dilakukan tes sweb. Rencananya di pasar Cikarang, Babelan, Pasar Induk Cibitung, dan Pasar Serang. “Kita menunggu dinas perdagangan untuk di jadwalkan. Kalau di pasar itu pengelola, pedagang, kemudian pengunjung. Semoga minggu ini sudah bisa dimulai,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dprd Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh mengatakan, dengan dilakukan tes swab akan dijumpai data-data baru, semakin ketemu penghidap Corona. Artinya pemkab harus siap juga. Namun kata Nuh, dengan adanya tes swab ini akan tuntas, dari pada hanya seperti ini saja (diam) membuang waktu.

“Saya sangat setuju sekali misalkan di Kabupaten Bekasi dilakukan tes swab. Tapi pemkab harus siap juga, karena akan ditemukan data terbaru,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan. Menurutnya, tes swab di tempat keramaian sebagai langkah ikhtiar, agar bisa memetakan dan mengantisipasi, mengingar Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Yang paling bahaya itu OTG, kalau ODP dan PDP itu ketahuan. Tapi kalau OTG ini dia berkeliaraan, ini yang susah. Makanya dengan adanya tes sweb ini sebagai ikhtiar untuk memutus mata rantai Covid-19,” tuturnya. (sur/pra)