
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Siswa diimbau untuk membuat titik koordinat dengan menggunakan laptop atau komputer pada persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2021/2022. Pasalnya, jika menggunakan gawai akurasinya berbeda.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono menjelaskan, pembuatan titik koordinat tidak disarankan menggunakan gawai agar Calon Peserta Didik (CPD) tak dirugikan dalam PPDB.
“Akurasi yang benar digunakan agar tidak ada yang dirugikan, maka imbauan (menggunakan laptop/komputer) ini diberikan agar verifikasi titik koordinat dilakukan dengan akurasi yang sesuai,” jelas Asep kepada Radar Bekasi, Rabu (2/6).
Bagi CPD yang tak memiliki laptop atau komputer, satuan pendidikan wajib memberikan fasilitas sarana tersebut. Hal itu sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) PPDB.
“Sekolah asal dan sekolah tujuan memberikan fasilitas bagi CPD yang memang membutuhkan bantuan. Baik dari segi SDM maupun alatnya,” katanya.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bekasi Sayuti mengatakan, pihaknya menyarankan agar CPD yang terkendala sarana untuk membuat titik koordinat agar meminta bantuan sekolah.
“Untuk menentukan titik koordinat alamat siswa, disarankan untuk ke sekolahnya masing-masing yang nantinya panitia sekolah membantu siswa dalam menentukan titik koordinat alamat rumah siswa dengan fasilitas komputer sekolah,” tuturnya.
Jika masih dirasa kesulitan, panitia PPDB tingkat SMA akan menyediakan perangkat komputer yang dapat dipakai oleh CPD dengan bimbingan dari operator.
“Jadi jika merasa terlalu banyak siswa yang meminta bantuan, maka sekolah tujuan juga dapat membantu. Dengan beberapa perangkat PC yang kami sudah sediakan,” ujarnya.
Tentunya dalam hal ini protokol Kesehatan akan tetap diterapkan. Jumlah CPD yang hadir dilakukan pembatasan kedatangan yaitu 50 CPD setiap harinya dengan rentang waktu pada pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB.
“Semua CPD yang hadir untuk melakukan verifikasi titik koordinat akan diberikan nomor kartu semuanya. Jadi tertib tidak ada kerumunan siswa, sebenarnya mudah jika dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang sudah dibuat,” terangnya.
Hal senada disampaikan Ketua MKKS SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi. Ia mengungkapkan, fasilitas juga disediakan oleh sekolah tujuan untuk menentukan titik koordinat.
“Sama denga SMA, kita juga akan membantu memfasilitasi CPD yang ingin menentukan titik koordinat. Jika memang sekolah asal merasa membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Menurutnya, pada era perkembangan digitalisasi saat ini sebagian besar siswa memiliki fasilitas komputer atau laptop yang bisa digunakan. Dengan demikian, pihkanya menyakini sekolah dapat memberikan pelayanan dengan baik karena siswa yang tak memiliki perangkat tersebut sedikit.
“Pastikan tidak semua siswa, sebagian siswa tentu sudah memiliki PC atau laptop. Jadi saya kira semua siswa dapat terlayani dengan baik untuk proses verifikasi titik koordinat ini,” tukasnya. (dew)











