Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Duhh..Covid Melonjak Lagi

KARANTINA WILAYAH : Seorang warga melintas di Posko Lockdown RT 02/RW 25 Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (13/6). Sebanyak 47 orang dari 15 keluarga di perumahan tersebut dinyatakan terpapar Covid-19 setelah menghadiri acara arisan keluarga dan pernikahan di luar Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi diingatkan untuk tidak abai terhadap Protokol Kesehatan (Prokes). Pasalnya, kasus Covid-19 mulai melonjak lagi setelah sebelumnya sempat turun. Sejumlah lingkungan warga terpaksa melakukan karantina wilayah terbatas. Terbaru, karantina dilakukan di RT 02/25, Perumahan Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, mulai 9 hingga 19 Juni mendatang.

Pantauan Radar Bekasi, lingkungan RT nampak sepi, warga hanya menjalani aktivitas di dalam rumah. Salah satu ruang terbuka dilengkapi dengan garis polisi, informasi yang dihimpun di lokasi, total ada dua titik dilengkapi dengan garis polisi di wilayah tersebut.

Penjagaan oleh beberapa warga dilakukan di pintu masuk permukiman warga, pengendara ojek online hanya mengantarkan pesanan sampai di posko Satgas Covid-19 di pintu masuk. Warga juga menyemprot disinfektan keliling area perumahan menggunakan kendaraan roda empat.

Peningkatan jumlah kasus aktif terjadi beberapa pekan terakhir di wilayah Kota Bekasi, terakhir pada awal pekan kemarin angka kasus aktif kembali mengalami peningkatan 0,03 persen. Peningkatan angka kasus aktif ini didukung oleh kenaikan angka positifity rate 1,19 persen menjadi 25,04 pada pekan pertama bulan Juni.

Camat Medansatria, Lia Erliani kepada Radar Bekasi mengaku, hingga saat ini Satgas Covid-19 Kecamatan masih melakukan prosedur Testing, Tracing, Treatment (3T) di lingkungan selama karantina wilayah terbatas. Karantina wilayah mulai dilakukan sejak didapati temuan kasus hasil tracing sebanyak 26 kasus pada hari Kamis lalu, jumlah kasus bertambah seiring keluarnya hasil tracing yang dilakukan kepada 121 orang.

Total kasus kemarin tercatat sebanyak 47,bertambah 21 kasus, 7 kasus diantaranya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Lia memastikan hasil temuan kasus ini berdasarkan tes swab, sehingga dapat dipastikan puluhan warga di satu lingkungan RT tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sudah melalui PCR. Jumlah (KK di RT 02/25) 125 KK, yang terkonfirmasi positif ada di 15 KK,” ungkapnya.

Diantara puluhan warga tersebut, salah satunya adalah istri dari ketua RW setempat. Opsi karantina wilayah terbatas dilakukan sesuai intruksi bersama yang diterbitkan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sebelumnya, Karantina wilayah terbatas dilakukan di satu lingkungan RT dilakukan jika didapati 10 kasus aktif. Kebutuhan dasar sehari-hari warga hingga 19 Juni mendatang dibantu oleh pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, kepolisian, hingga warga setempat.”Ada bantuan dari warga dan pihak terkait,” tukasnya.

Sementara itu, peningkatan pasien Covid-19 dirasakan oleh Rumah Sakit (RS) di Kota Bekasi. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RS mendekati 50 persen. Peningkatan mulai dirasakan pasca lebaran, seluruh RS swasta tengah dalam situasi siaga jika lonjakan kasus terus terjadi.

“Saat ini kenaikannya mencapai 50 persen, kalau data per hari ini 49,9 persen keterisian seluruhnya,” terang ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho.

Dibandingkan dengan sebelum lebaran, BOR RS konsisten berada dibawah 30 persen, bahkan ruangan ICU tidak terisi. Namun, saat ini dari total 110 ruangan ICU, 61 diantaranya sudah terisi pasien, baik oleh pasien Kota maupun luar Kota Bekasi.

Dalam posisi BOR 50 persen, RS harus siaga untuk melayani kesehatan masyarakat. Pasalnya, dalam penanganan pasien Covid-19, diperlukan sumber daya lebih besar, terutama tenaga kesehatan.

“Untuk menangani Covid itu jam kerja lebih sedikit dari seharusnya. Karena itu untuk mencegah resiko paparan dan burn out di kalangan Nakes, ini artinya SDM yang dibutuhkan lebih banyak,” lanjut Eko.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Aloysius Suprijadi memantau langsung karantina wilayah terbatas di lingkungan RT 02/25. Selama karantina, pihaknya juga menutup tempat ibadah satu pintu masuk lain, hanya ada satu pintu masuk yang dibuka itupun dalam penjagaan.

“Informasi bahwasanya pada hari Sabtu kemarin (akhir Mei) kurang lebih lima hari yang lalu itu ibu-ibu RT mengadakan arisan, kemudian ada juga yang hadir di resepsi di Jakarta Timur,” terangnya.

Hasil temuan kasus di satu lingkungan RT ini berawal dari kegiatan arisan dan menghadiri pernikahan di luar Kota Bekasi. Setelah mendapati informasi beberapa warga yang terkonfirmasi positif, hasil tracing menunjukkan puluhan warga lain yang juga dipastikan terkonfirmasi positif.”Dan memang benar rata-rata yang positif itu (warga yang ikut arisan dan menghadiri pernikahan),” tambahnya.

Sementara itu secara nasional, kasus baru Covid-19 harian pada Minggu (13/6) bertambah 9.868 orang dalam sehari. Jumlah ini rekor tertinggi dalam 3 pekan setelah libur Lebaran. Satgas Covid-19 mencatat kenaikan kasus 3 minggu pasca libur Lebaran terjadi di sejumlah kabupaten kota. Kini total sudah 1.911.358 orang terinfeksi Covid-19.

Jumlah kasus harian tersebut memecahkan rekor Kamis (10/6) sebanyak 8.892 orang. Kenaikan kasus baru mulai terlihat 2 minggu pasca Lebaran.

Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Angka positivity rate orang juga naik drastis yakni 20,41 persen. Padahal standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah harus di bawah 5 persen. Artinya Indonesia sudah 4 kali melebihi standar WHO.

Kasus aktif juga naik yakni 3.020 kasus. Jumlah pasien dengan status suspek sebanyak 108.997 orang.Ada 70.468 spesimen yang diperiksa. Dan ada 48.350 orang yang diperiksa dalam sehari dengan metode TCM, PCR, dan antigen.
Sebaran positif harian tertinggi terjadi di DKI Jakarta 2.769 kasus. Jawa Tengah 2.579 kasus. Jawa Barat 1.242 kasus. Jogjakarta 466 kasus. Jawa Timur 418 kasus. Pasien sembuh harian bertambah 4.655 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di DKI Jakarta sebanyak 935 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.746.091 orang.

Kasus kematian harian bertambah 149 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur sebanyak 29 jiwa. Total kini sudah 52.829 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 6 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan ada hanya 1 provinsi dengan nol kasus. (Sur/jpc)