Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Oksigen Diburu Pasien Isoman

Illustrasi Tabung Oksigen

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi membuat kebutuhan oksigen melonjak tajam. Tak hanya bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes), oksigen juga diburu oleh keluarga pasien Isolasi Mandiri (Isoman). Sehingga, pembelian harus dibatasi.

Pantauan Radar Bekasi Rabu (23/6), di sejumlah lokasi penjual Alat Kesehatan (Alkes), terlihat warga hilir mudik keluar masuk toko datang membawa tabung gas untuk diisi ulang. Penjualan pun meningkat tajam hingga 70 persen setiap hari nya.

Permintaan terbanyak datang dari keluarga pasien isolasi mandiri, mereka mengaku membeli tabung oksigen untuk berjaga-jaga jika kondisi memburuk. “Dari perorangan kebanyakan, soalnya dia kan Isoman ya, kalau masalah peningkatan, meningkat banget,” katanya salah seorang karyawan took kesehatan Kastria Medical, Risma (24)

Mayoritas masyarakat membeli ukuran tabung 1 meter kubik. Sejauh ini diakui persediaan barang di tokonya masih aman, cukup untuk memenuhi kebutuhan di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Harga jual tabung oksigen ukuran 1 meter kubik ini berkisar Rp1 juta, sedangkan untuk isi ulang tabung oksigen 1 meter kubik dipatok dengan harga Rp20 ribu. Sementara untuk membeli tabung oksigen dari suplier saat ini dibatasi.”Persediaan sementara masih cukup. Dari supplier malah dia agak lebih sulit kalau untuk borongan, soalnya dibatasi,” tambahnya.

Selain tabung oksigen, keperluan kesehatan lain yang ramai diburu oleh masyarakat adalah pulse oximeter atau alat ukur saturasi udara, hand sanitizer, masker, dan disinfektan. “Sekarang lagi banyak (permintaan), melonjaknya diatas 50 persen deh, biasanya kita 10, 20, sekarang bisa 50,” kata penjual di toko Surya Medical, Eni (40).

Sejauh ini ia masih memanfaatkan persediaan tabung gas yang masih tersisa. Beberapa waktu ini, permintaan datang dari Puskesmas, toko Alkes yang telah berlangganan, dan paling banyak adalah perorangan.

Tidak hanya membeli, masyarakat juga datang untuk isi ulang tabung oksigen yang mereka bawa dari rumah. Harga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik di toko ini berkisar Rp750 hingga Rp800 ribu, sementara untuk isi ulang Rp25 ribu untuk ukuran tabung 1 meter kubik.

Di sejumlah RS baik pemerintah maupun swasta, persediaan oksigen sampai saat ini dinilai masih aman. Meskipun, lonjakan pasien belum berhenti datang mengisi semua ruang rawat, mulai dari ruang rawat berstatus hijau, kuning, merah, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga ICU.

Data sepekan terakhir di wilayah Kota Bekasi, ruang rawat berstatus kuning bagi pasien gejala sedang mendominasi 94,18 persen. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bekasi, sepekan terakhir justru di dominasi oleh ruang rawat berstatus merah hingga 94,87 persen.

Persediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid disebut masih mampu digunakan untuk menangani pasien, baik warga Kota Bekasi maupun luar Kota Bekasi yang datang. “Kita masih berupaya terus, insyaAllah sampai dengan saat ini masih aman,” kata Dirut RSUD Kota Bekasi, Kusnanto.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho mengatakan bahwa puluhan RS telah mengantisipasi lonjakan pasien dengan mengamankan persediaan oksigen. Tiga hal yang dilakukan pada saat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 menginjak 50 persen dari total tempat tidur yang tersedia.

“Dirjen kementerian kesehatan sudah membuat arahan bahwa RS swasta sudah harus mengamankan stok oksigen, ini sejalan dengan yang sudah dijalankan oleh RS di Kota Bekasi tempo hari,” terang Eko.

Pekan kemarin dalam paparan Eko, pasien lebih banyak mengisi ruang rawat dengan status kuning, disusul pasien di ruang rawat berstatus hijau. Sejauh ini menurutnya tingkat keparahan pasien Covid-19 masih bisa ditangani oleh ketersediaan tempat tidur ICU, meskipun dengan sisa ICU pihak rumah sakit sulit untuk menerima pasien ICU dari wilayah lain. Sisa ICU digunakan jika kondisi pasien RS memburuk. (sur)