
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Api melahap gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Raudhatul Jannah yang berada di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur. Sedikitnya lima ruang kelas ludes terbakar.
Sumber api awal mula diketahui di ruang laboratorium komputer lantai dua sekolah. Api dengan cepat menjalar ke beberapa bagian ruangan sekolah.
Akibat kebakaran yang terjadi Selasa (24/8) pukul 07.30 pagi itu, Jalan Raya KH Agus Salim sempat ditutup untuk mempercepat proses pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan empat jam kemudian.
Petugas juga nampak kesulitan untuk memadamkan api. Sebab, titik api berada di sebuah gang sempit dan padat penduduk.
Salah satu saksi mata Wawan Sukestiawan (42) mengatakan api pertama kali terlihat dari sebuah laboratorium di sekolah, dan dengan cepat membakar bagian ruang kelas.
“Ditambah angin kencang yang bertiup di lokasi kebakaran. Sehingga kobaran api makin membesar,” kata Wawan sapaan akrabnya di lokasi kebakaran, Selasa (24/8).
Saat api membesar petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) masih berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga yang berada di sekitar.
“Memang asap pertama kali terlihat dari laboratorium. Dan langsung merembet ke ruangan lainnya jadi semakin besar,” ungkapnya.
Ia juga mengaku, sempat mendengar beberapa kali ledakan yang diduga dari pecahan kaca yang terbakar.
“Ya saya juga sempat mendengar beberapa kali suara ledakan. Alhamdulillah tidak ada korban akibat kebakaran yang terjadi di sekolah. Sebab, tidak ada aktivitas pembelajaran pada saat terjadi kebakaran,’ tukasnya.
Sementara, Komandan Peleton (Danton) pada Disdamkar Kota Bekasi, Haris Cahyadi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima kebakaran terjadi diakibatkan korsleting listrik di salah satu ruangan.
“Setelah di telepon 5 menit kemudian kita sampai ke lokasi. Saat di telepon sekitar pukul 07.30. Saat kita sampai api sudah membesar, sempat kurang komunikasi dari pihak pengelola sekolah. Seharusnya yang dihubungi pertama adalah Damkar tetapi pihak sekolah menghubungi PLN sehingga api membesar,” katanya.
Akan tetapi, kebakaran yang terjadi di lahan seluaas 300 meter persegi itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya terdapat satu petugas yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan kayu sekolah yang sudah terbakar.
Hingga siang hari petugas Damkar masih melakukan pendinginan, memastikan api benar-benar padam.
“Ada temuan arsip masih mengeluarkan asap, apalagi kondisi bangunan yang tua dan terbuat dari pondasi kayu. Maka kita terus lakukan pantauan di setiap lokasinya,” jelasnya.
Bagian gedung sekolah yang berdekatan dengan rumah milik warga juga tak luput dari penanganan sehingga api tidak merambat ke permukiman.
Ia menambahkan, untuk memadamkan api, petugas harus menerjunkan sebanyak delapan unit mobil pemadam ke lokasi kebakaran. Beruntung api dapat ditangani dan tidak meluas ke rumah warga.
“Kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, berdasarkan informasi, kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar,” tutupnya. (pay)











