RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kelompok ibu hamil menjadi sasaran prioritas pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Sinovac, Moderna, dan Pfizer. Vaksinasi dapat dilakukan pada usia kandungan 13 sampai 33 minggu, dengan ketentuan tekanan darah normal, tidak punya gejala atau keluhan preeklampsia, tidak sedang menjalani pengobatan, serta jika memiliki komorbid harus dalam keadaan terkontrol.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melaksanakan vaksinasi di 280 titik, total dosis vaksin yang disiapkan cukup untuk menjangkau 362 ribu sasaran menggunakan vaksin Pfizer. Dari total sasaran yang telah divaksin, jangkauan terendah adalah kelompok ibu hamil dan penyandang disabilitas, masing-masing 0,02 persen.
Ketentuan vaksinasi kepada ibu hamil tersebut telah ditetapkan dalam surat edaran Menteri Kesehatan (Menkes) No. HK.02.01/I/ 2007/2021. Vaksinasi ditujukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19, hingga kematian pada ibu hamil akibat Covid-19.
Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan vaksinasi terhadap ibu hamil, total hingga saat ini sudah 296 ibu hamil disuntik vaksin dari total ribuan ibu hamil yang menjadi target sasaran.”Sasaran ibu hamil sekitar empat ribuan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Vevie Herawati, Rabu (25/8).
Dari total 2.016.006 jiwa yang menjadi target sasaran vaksin di Kota Bekasi, vaksin telah disuntikkan kepada 646.816 jiwa, sebesar 114,53 persen adalah Tenaga Kesehatan (Nakes), 22,40 persen adalah Lansia, 305,79 adalah petugas publik, 14,66 masyarakat rentan dan umum, 6,93 persen remaja, 0,07 vaksinasi gotong royong, dan masing-masing 0,02 adalah ibu hamil dan penyandang disabilitas.
Suntikan vaksin kedua sudah diterima oleh 17,74 persen dari total sasaran vaksin, sedang kan vaksin booster atau vaksin ke tiga kepada nakes sudah disuntikkan kepada 29,11 persen total sasaran Nakes. Vaksinasi yang akan dilaksanakan akhir pekan ini ditujukan kepada sasaran yang sama sekali belum menerima vaksin, atau suntikan pertama.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan beberapa kendala vaksinasi kepada beberapa sasaran terendah. Pertama, pada kelompok remaja atau warga usia 12 sampai 17 tahun, selain mengharuskan izin dari orang tua, pihak juga baru memvaksin usia 12 sampai 15 tahun, vaksinasi kepada warga usia 12 sampai 17 tahun akan dilaksanakan akhir pekan ini dengan sasaran 68 ribu jiwa.
Sementara bagi sasaran ibu hamil, pemerintah menunggu keberanian target sasaran untuk ikut vaksinasi. Meskipun demikian, ia memaklumi kondisi ibu hamil yang dirasa sensitif.”Terus kalau ibu hamil kan sensitif, vaksinnya sudah disiapkan, tinggal melaksanakan, yang sehat saja masih pada takut,” katanya.
Total Kota Bekasi telah menerima 1,3 juta dosis vaksin dari semua jenis, Sinovac, Moderna, hingga Pfizer. Vaksinasi selanjutnya ditarget selesai paling lambat tiga hari mulai dari 27 Agustus untuk mempercepat terciptanya kekebalan komunal.
Ada lima titik vaksinasi di masing-masing kelurahan, dilakukan di kantor sekretariat RW maupun lingkungan sekolah. Masyarakat di lingkungan sekitar bisa datang langsung di hari pelaksanaan vaksinasi, ia juga tidak menutup kesempatan untuk ikut vaksinasi bagi masyarakat ber KTP lain yang ada di Kota Bekasi.
Vaksinasi kali ini sedikit berbeda, tahapan screening kondisi kesehatan hingga observasi kejadian ikutan pasca vaksin tetap dilakukan, hanya saja tidak dilakukan pemeriksaan antigen seperti vaksinasi massal yang pernah dilakukan di area Stadion Patriot Candrabhaga beberapa waktu silam.
Perbedaan ini dijelaskan Rahmat lantaran jumlah peserta di 280 titik dan dilaksanakan dalam beberapa hari ini tidak akan mengundang kerumunan dalam jumlah besar.”Sekarang kan kita dekatkan, dibagi banyak, jadi supaya mengurangi beban,” tukasnya.
Sementara itu, vaksinasi untuk ibu hamil di Kabupaten Bekasi belum bisa dilakukan, karena keterbatasan vaksin.Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, ibu hamil yang sudah terdata sebanyak 19.589, dengan kebutuhan vaksin sekitar 1985.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh mengatakan setiap puskesmas sudah melaporkan jumlah ibu hamil di setiap wilayahnya. Namun jumlah tersebut belum tentu semuanya bisa mengikuti vaksinasi, karena harus discrening.
” Mungkin ada yang tidak mau, kalau ada yang takut, kan kita nggak bisa maksa. Itu baru yang terdata saja,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (25/8).
Dia mengaku, vaksinasi bagi ibu hamil harus memakai vaksin sinovac. Sementara, ketersediaan vaksin tersebut masih kosong. Misalkan menggunakan vaksin yang lain tidak berani, karena sangat beresiko.
“Pelaksanaannya masih menunggu vaksin sinovac, karena itu yang paling aman. Mudah-mudahan September sudah bisa berjalan vaksinasi ibu hamil ini. Nanti dilaksanakan di puskesmas,” katanya.
Namun demikian kata Ikoh, sudah ada ratusan ibu hamil yang melaksanakan vaksinasi. Kemungkinan, ibu hamil yang sudah vaksinasi ini mengikuti pelaksanaan di puskesmas maupun di tempat lainnya. Artinya, bukan secara serentak vaksinasinya.
“Ada 271 ibu hamil yang sudah vaksinasi. Cuma memang dia (ibu hamil) itu disuntiknya pada saat puskesmas melaksanakan vaksinasi, dia ikutan,” tuturnya.
Hingga saat ini, sebanyak 828.328 warga kabupaten Bekasi sudah divaksin. “Itu total keseluruhan, mulai dari Nakes, Pelayanan Publik, Lansia, pelajar, dan lainnya,” ucapnya. (mif/sur/pra)











