RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi berencana menghentikan operasional armada tua, utamanya yang tak mampu lagi digunakan sebagai kendaraan operasional pengangkut sampah.
Saat ini total 287 armada pengangkut sampah milik DLH. Setelah dilakukan pendataan dan pencocokan, 40 armada truk sampah diajukan untuk dihapus ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tahun ini.
“Ya untuk melakukan penghapusan kita sedang cocokan dulu mana yang masih berfungsi. Dan mana yang sudah tidak berfungsi untuk dioperasikan,” kata Kepala DLH Kota Bekasi, Yayan Yuliana kepada Radar Bekasi, Kamis (3/2).
Namun di tengah minimnya armada pengangkut sampah, pihaknya juga masih mempertahankan armada tua yang masih laik jalan.
“Memang armada kita saat ini 287 dan yang terdata di kita sudah tidak bisa beroperasi ada 40 unit armada. Itu akan kita cocokan lagi, apabila sudah parah rusaknya itu yang nanti akan kita hapuskan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, dengan adanya penghapusan armada pastinya akan berdampak pada pengangkut sampah di masyarakat Kota Bekasi. Kemungkinan ada pengalihan waktu yang biasanya diangkat setiap hari, proses pengangkutan bakal molor.
“Pastinya kurangnya armada akan ada dampak. Bisanya sehari sekali akan berkurang menjadi dua hari sekali akan diangkutnya. Itu saja kendalanya paling,” ujarnya.
Sejauh ini pihaknya mengaku sudah mengajukan unit armada baru, namun pihaknya belum dapat memastikan pengajuan itu bakal terealisasi.
“Intinya 40 armada yang sudah tua dan rusak kita akan rekap ya. Jika sudah sesuai dan tidak laik beroperasi lagi akan kita ajukan ke BPKAD untuk dihapuskan. Penambahan armada juga sangat dibutuhkan,” tukasnya.
Terpisah, Kepala BPKAD Kota Bekasi, Nadih Arifin mengaku, untuk tahun ini usulan penghapusan kendaraan bermotor berupa mobil operasional belum mereka terima, termasuk kendaraan truk sampah milik DLH.
“Belum ada laporan ya dari DLH. Kalau ada laporan akan kita hapuskan. Misalnya truknya sudah tidak layak beroperasi itu diusulkan. Nantinya kita hapus. Terlebih akan kita lihat nilainya benar atau tidak dan laik atau tidak untuk dihapus. Intinya kita belum menerima usulan kalau ada akan kita hapuskan ya,” tutupnya. (pay).











